Kawal Pemilu Bersih 2024, DPD LAI_BPAN Sumsel ajak masyarakat hindari Hoaks demi lahirkan pemimpin yang berintegritas

Sumsel_ AliansiNews.id.
DPD LAI BPAN Sum-sel berkomitmen mewujudkan pemilu 2024 bersih dari segala unsur politisasi. Hal itu agar pemilu nantinya bisa melahirkan pemimpin yang berintegritas.
Ketua DPD LAI_BPAN Sum-sel, di sela diskusi publik 'Syamsudin Djoesman, Kamis (25/1/2024) mengatakan pelaksanaan 2019 lalu tidak dipungkiri terdapat banyak sekali kecurangan, seperti money politik. Penyalahgunaan jabatan baik di dilakukan penyelenggara maupun oleh peserta pemilu, bahkan ada oknum-oknum masyarakat yang ikut di dalamnya.
Sebelumnya, KPU sumsel telah menetapkan Jumlah Daptar Pemilih tetap(DPT) 6.326.348 yang terdiri dari Laki-laki 3.192.292 dan Perempuan 3.134.056 Pemilih di tingkat sumsel, dan memakan anggaran sebesar Rp 234 Miliar, berasal dari APBD murni dan ada juga yang dilakukan perubahan di APBD Perubahan. Bahkan ada juga sebagian yang justru tidak dianggarkan dari kedua cara tersebut," Ucapnya
Lanjutnya, seperti diketahui rincian anggaran dana Pilkada Serentak 2024 di Sumsel berdasarkan data dari Kesbangpol Provinsi yakni Kumulatif KPU se-Sumatera Selatan Tahun 2023 sebesar Rp.416.918.651.985,- dan Tahun 2024 sebesar Rp.637.059.959.605.
Selanjutnya, kumulatif Bawaslu se-Sumatera Selatan Tahun 2023 sebesar Rp.137.700.016.432, di harapkan
Agar pelaksanaan Pemilu 2024 dapat terlaksana dengan baik dan lebih bersih dari sebelumnya." terangnya

"Karena itu mengajak masyarakat khususnya di Wilayah Provinsi Sumsel dari mulai pemilih, peserta pemilu, parpol, penyelenggara KPU, Bawaslu maupun DKPP mari kita komitmen untuk pemilu 2024 lebih bersih,"tegasnya
Supaya tidak sia-sia semua pengorbanan kita ini karena itu akan berdampak pada terpilihnya pemimpin kita yang bersih juga itu harapan kita bersama," tandas Syamsudin
Mari kita ikut menjaga ketertiban selama kampanye dan pemungutan suara dengan menghindari tindakan yang dapat merusak proses demokrasi,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari penyebaran berita bohong, provokasi, dan tindakan yang merugikan proses demokrasi. Kesadaran untuk saling menghormati pilihan politik masing-masing dianggap sebagai kunci utama. “Saya berharap masyarakat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan Pemilu yang berkualitas,” harapnya
"Mudah-mudahan kita sebagai pengawas partisipatip yang memberikan kontribusi jika ada kecurangan atau tindakan lain yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan mudah-mudahan masyarakat bisa berpartisipasi dengan kita untuk mengawalnya," tungkasnya. (Tri Sutrisno)











