Yohan Aidi As(Edy) salah satu tokoh masyarakat yang berpengaruh di banyuasin,penuh prestasi dalam berorganisasi.

Banyuasin Aliansinews.
Menyelesaikan persoalan atau masalah untuk kepentingan hajad orang banyak, baik dalam suatu keluarga maupun di lingkungan masyarakat, bukan sesuatu yang mudah dirasakan bagi kebanyakan orang, namun hal ini bukanlah suatu yang sulit untuk diselesaikan oleh Tokoh Masyarakat di Kabupaten Banyuasin ini.
Berkarir di Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negaga (BPAN), siapa lagi kalau bukan oleh Bapak yohan aidi AS, yang berorganisasi sekaligus penuh prestasi.

Yohan aidi AS mengatakan, berorganisasi di Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) pada tahun sekitar tahun 2014, waktu itu dirinya dicari-cari oleh orang lembaga untuk diajak bergabung, namun beberapa hari kemudian bisa bertemu secara langsung.
“Saya tidak langsung menerima lembaga ini, karena saya ingin tahu Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) nya dulu, setelah saya baca ADRT tanpa basa basi langsung ikut bergabung di aliansi, lalu Kartu Anggota (KTA) minta buatkan dan langsung beli seragam merah dan putih”, ungkap bapak kelahiran di Kabupaten Lahat Provinsi Sumsel ini, kepada Media Aliansi Indonesia, Kamis (13/04/23).
Bergabungnya di LAI, menurut Johan berkaitan dengan dirinya menjadi seorang pamong (tokoh masyarakat,red) kebetulan ada perusahaan-perusahaan disekitar daerahnya.
“Perusahaan-perusahaan itu adalah mitra bagi kita, untuk melindungi hal-hal yang tidak dinginkan termasuk pada intinya bergabung di lembaga ini, untuk melindungi sahabat, kerabat dan lingkungan masyarakat yang lemah dan butuh bantuan serta menolong tanpa pamrih”, ujar yohan yang menjabat sebagai Ketua RW 03 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa.
Disoal tentang hal positif apa yang disudah diperbuat setelah masuk ke Lembaga Aliansi Indonesia, yohan menuturkan, yang jelas telah merangkap tugas sebagai pamong, membantu urusan keluarga, urusan tahan (lahan) perbatasan maupun sengketa tanah, termasuk memberikan penyuluhan mengenai masalah narkoba, kebetulan di aliansi ada bagiannya seperti mengurusi masalah narkoba.
“Saya pertama kali di aliansi menjadi Pembina untuk Kecamatan Talang Kelapa, tahun berikutnya menjadi Ketua, tahun berikutnya Wakil Ketua Banyuasin, tahun berikutnya menjadi Wakil Ketua lagi dan kembali lagi menjadi Ketua Kecamatan Talang Kelapa, lalu jadi Wakil Ketua Banyuasin, dan sekarang menjadi Anggota DPD Sumsel, naik turun dalam jabatan itu hal biasa yang penting selalu aktif di aliansi, sedangkan Lembaga Aliansi ini baru berdiri tahun 2008”, jelas suami dari ibu Kasma ini.
Selain membangun karir menjadi Ketua RW selama 17 tahun yang membawahi 6 RT, yakni RT 15,16,17,18,19,20. Tak lupa Johan menceritakan pengalamannya terjun juga beroganisasi di (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang didirikan secara langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bahkan yohan sempat menjadi Ketua FKPM untuk Kelurahan Sukajadi yang beranggotakan 22 orang.
“Yah Kinerja kita sudah bisa ditunjukkan bahwa sudah menyelesaikan 18 masalah, antaranya perselisihan paham, perselisihan rumah tangga, perselisihan batas tanah, termasuk kasus pencurian, dimana petugas FKPM itu terdiri dari Ketua RT dan Ketua RW berkerja sama dengan 3 pilar, misalnya ingin menyelesaikan suatu masalah elemen-elemen yang di kampung-kampung itu semuanya terkait, umpamanya menyelesaikan kasus KDRT cukup diselesaikan oleh RT FKPM, misalkan lagi menyelesaikan kasus zina dan itu harus meminta bantuan tokoh adat, sedangkan terkait masalah narkoba kita menggandeng pihak kepolisian. Kita juga memberikan penyuluhan tentang bahayanya narkoba dan apabila ditemukan kita serahkan kepada pihak yang berwajib”, cetus bapak dari 6 orang anak ini.
Disinggung prestasi apa saja yang didapatkan setelah terjun ke FKPM yohan memaparkan, anggota FKPM sudah berseragam lengkap walaupun Forum ini baru berjalan 2 tahun.
“Semua anggota sudah berseragam lengkap, alhamdullilah kita sudah mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah, seperti kipas angin, senter dan sebagainya”, pungkasnya. (Sya)












