Bahas Cukai yang Lebih Adil, Menkeu Purbaya Akan Bertemu Asosiasi Rokok

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana untuk bertemu dengan asosiasi pengusaha rokok dalam waktu dekat.
Pertemuan ini dilakukan untuk membahas arah kebijakan cukai rokok.
“Mungkin 1-2 hari ini, mungkin saya telepon besok,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR, Selasa (23/9/2025).
Menurut Purbaya, pertemuan dengan asosiasi diperlukan agar kebijakan cukai tidak berdampak buruk pada keberlangsungan industri rokok nasional.
“Yang penting adalah kita ingin menjaga, jangan sampai saya mematikan industri rokok domestik, sementara industri rokok di Cina hidup gara-gara mereka yang menyuplai kita,” tegasnya.
Menkeu Purbaya juga memberi sinyal bahwa kemungkinan tidak akan ada kenaikan tarif cukai rokok.
Ia menekankan ada cara lain untuk mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor ini tanpa membebani industri dengan kenaikan tarif.
“Pendapatan cukai itu enggak harus tarifnya naik kan. Kita mau ketemu asosiasi rokok, seperti apa langkah yang terbaik untuk cukai rokok ini,” ujar Purbaya.
Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan solusi yang adil, baik bagi pemerintah dalam memperoleh penerimaan negara, maupun bagi industri rokok agar tetap bertahan di tengah persaingan global.
Sebelumnya, Purbaya menyoroti bahwa tarif CHT saat ini sudah berada pada level tinggi, dengan rata-rata mencapai 57%.
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya membebani industri hasil tembakau (IHT), tetapi juga berpotensi mengurangi kontribusi setoran ke penerimaan negara.
Menurut Purbaya, ada fenomena yang cukup janggal di lapangan.
Dari informasi yang ia terima, penurunan tarif justru bisa mendorong penerimaan negara lebih besar.
"Kalau turun makin banyak income-nya. Lho, kenapa dinaikin kalau gitu? Rupanya kebijakan itu bukan hanya income saja, ada policy memang untuk mengecilkan konsumsi rokok," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (19/9/2025).












