Motif Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Diungkap Polisi

Motif Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Diungkap Polisi
Foto: Konpers Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).
HUKUM
Selasa, 16 Sep 2025  15:06

Polda Metro Jaya mengungkap motif kasus penculikan sadis yang menewaskan Kepala Cabang Pembantu salah satu bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Pembunuhan ini melibatkan oknum anggota TNI, Kopda FH.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Putra mengungkapkan, pelaku mau melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah disiapkan.

"Motif daripada pelaku melakukan perbuatan, para tersangka berencana melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah disiapkan," kata Wira, Selasa (16/9/2024).

Rekening dormant adalah rekening yang tidak aktif digunakan untuk transaksi selama setidaknya tiga bulan.

Rencana itu dimulai oleh tersangka C alias K. Di mana, yang bersangkutan adalah pihak yang memiliki data rekening dormant di sejumlah bank.

Untuk memuluskan rencana itu, pada Juni 2025, C bertemu dengan Dwi Hartono (DH) guna membahas masalah pemindahan dana tersebut.

"C alias K bertemu dengan DH di mana saat itu C alias K punya data rekening dormant di beberapa bank, kemudian C memiliki rencana untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan," tutur Wira.

"Dalam rencana ini C sudah menyiapkan tim IT, namun untuk melakukan hal tersebut perlu persetujuan kepala bank sehingga pelaku C mengajak DH untuk mencari kepala cabang atau kepala cabang pembantu yang bisa diajak kerja sama dalam rangka pemindahan uang tersebut," sambungnya.

Diketahui, Mohamad Ilham Pradipta yang merupakan kepala kantor cabang pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat menjadi korban penculikan dan pembunuhan.

Hal tersebut terkuak dari rekaman kamera CCTV yang merekam korban diangkut paksa beberapa orang. Saat itu korban tengah meeting pada 20 Agustus 2025.

Jasad korban ditemukan esok harinya pada 21 Agustus 2025. Tubuhnya berada di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Saat ditemukan, jasadnya dalam kondisi tragis dengan tangan dan kaki terikat, mata dilakban.

Polda Metro Jaya sejauh ini berhasil meringkus 15 orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi keji tersebut.

Salah satu diantara mereka ada nama pengusaha bimbingan belajar online, Dwi Hartono. Dalam kasus ini Dwi Hartono merupakan aktor intelektual.

TAG:
#kacab bank
#penculikan
#pembunuhan
#polda metro
#tni
Berita Terkait
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Jejak Penculikan Kacab Bank di Supermarket Pasar Rebo, Jaktim
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Dari Pesantren untuk Indonesia, Polda Sumsel dan JKSN Kolaborasi Perkuat Wawasan Kebangsaan
Indeks Berita