Beberapa Kali di Tegur Tak Gubris, Kandang Babi di Gantiwarno DiLaporkan dan Disidak Tim Gabungan

Beberapa Kali di Tegur Tak Gubris, Kandang Babi di Gantiwarno DiLaporkan dan Disidak Tim Gabungan
Foto: Petugas gabungan hendak melakukan eksekusi kandang babi milik Soegiharto, warga Dukuh Wiromardani, Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. (Dok)
SOLO RAYA
Jumat, 24 Mar 2023  20:42

KLATEN — Karena dianggap sudah meresahkan warga, sebuah kandang babi milik Soegiharto, warga Dukuh Wiromardani, Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, pekan lalu, ditutup tim gabungan. Hal ini lantaran sang pemilik kandang babi tidak mengindahkan teguran dari petugas  sebanyak tiga kali.

“Kami datang tadi sekitar pukul 10.00 WIB bersama Polres Klaten dan TNI, untuk melakukan eksekusi lokasi usaha babi, di Desa Mlese, Gantiwarno,” kata Joko Hendrawan, Kepala Satpol-PP dan Damkar Klaten.

Sementara, penutupan kandang babi ini atas dasar aduan masyarakat, yang menganggap keberadaan usaha babi milik Soegiharto, sangat meresahkan. Bahkan, bisa menyebabkan polusi udara.

“Penutupan ini sudah ada peringatan dari kami, dan tidak diindahkan oleh pemilik, terpaksa kami esekusi, dengan memindahkan babi ke kandang, yang jauh dari permukiman penduduk,” jelasnya.

Lalu soal pemindahan usaha ternak babi tersebut dilakukan di kandang milik warga, di wilayah Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan.

“Nanti keseluruhan babi akan dipindahkan ke kandang milik Slamet di Kecamatan Jogonalan. Untuk perawatan oleh Soegiharto dengan menyewa kandang,” ujarnya.

Kemudian dari jumlah babi di kandang milik Soegiharto saat ini semakin banyak. Pasalnya pada bulan lalu hanya sekitar 80 ekor, saat ini hampir 100 ekor.

“Untuk jumlah babi saat ini mencapai 93 ekor, sementara bulan Januari lalu baru 86 ekor,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Klaten Kompol Muh Aslam, saat ditemui di lokasi, Selasa (21/3) siang mengungkapkan, eksekusi kandang babi melibatkan berbagai pihak.

“Ini kami dari Polres sekitar 40 personel, untuk Satpol-PP ada 20 orang, TNI dan Dinas Peternakan. Sempat tidak kondusif, tapi setelah dilakukan negosiasi akhirnya pemilik usaha kooperatif,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya akan terus mengawasi proses pemindahan babi dari Gantiwarno ke Jogonalan. “Nanti tetap kami kawal hingga babi dipindah kandang ke Kecamatan Jogonalan. Nanti pemindahan menggunakan truk yang kami sewa,” pungkasnya. (tim/red)

TAG:
#resah
#kandang babi
#tutup
#gantiwarno
#klaten
Berita Terkait
Resmi di Laporkan Karena Biang Pencemaran dan Resahkan Warga, Usaha Ternak Kandang Babi di Gantiwarno Klaten Ini Diduga Ilegal.
Resmi di Laporkan Karena Biang Pencemaran dan Resahkan Warga, Usaha Ternak Kandang Babi di Gantiwarno Klaten Ini Diduga Ilegal.
Resmi di Laporkan Karena Biang Pencemaran dan Resahkan Warga, Usaha Ternak Kandang Babi di Gantiwarno Klaten Ini Diduga Ilegal.
Resmi di Laporkan Karena Biang Pencemaran dan Resahkan Warga, Usaha Ternak Kandang Babi di Gantiwarno Klaten Ini Diduga Ilegal.
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Tangis korban penyekapan pecah, minta Taufik Hidayat dihukum seberat-beratnya
Mantan Wamenaker Noel Ebenezer dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
Sentuhan Humanis Polisi, Anak Hilang di Seberang Ulu II Berhasil Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga
Kejar hingga Jambi, Polres Muratara Ringkus Komplotan Pencuri Infrastruktur Kelistrikan
Sespri Prabowo temui Jokowi di Solo, ada apa?
Indeks Berita