Banjir Genangi Pemukiman dan lahan pertanian warga di Kecamatan Pulau Rimau, petani terancam gagal panen

Banjir Genangi Pemukiman dan lahan pertanian warga di Kecamatan Pulau Rimau, petani terancam gagal panen
Foto: Banjir di kabupaten Banyuasin
SUMSEL
Rabu, 15 Jan 2025  16:15

Banyuasin. AliansiNews.id.

Banjir yang merendam ratusan hektar lahan padi di Desa Senda Mukti, Tirta Mulya, Banjar Sari, Buana Murti. Kecamatan Pulau Rimau membuat petani terancam gagal panen. Pasalnya, curah hujan serta luapan sungai bantung menyebabkan banjir hingga memutus jalan penghubung   

Menurut salah satu warga, rata-rata padi sudah siap panen tinggal menunggu beberapa hari. Namun akibat hujan yang begitu deras dan juga air kiriman dari sungai bantung ratusan hektar sawah terendam banjir dengan kedalaman bervariasi.

Tak bisa banyak hal yang dilakukan petani untuk mengurangi kerugian akibat banjir kali ini, mereka ada yang memanen padi sebwlum waktunya untuk mengurangi kerugian.

"Sebisa mungkin padi kami panen, biar tidak terlalu lama terendam banjir yang akhirnya merusak buah padinya, apalagi kita sudah keluar uang untuk beli pupuk, tenaga yang sewa sawah, rugi banyak kalau sampai gagal panen," terangnya pada awak media

Di tempat terpisah, Ketua DPD BPAN Sumsel. Syamsudin Djoesman mengatakan, bahwa pencegahan banjir merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. “Kami mengingatkan bahwa pemerintah harus melindungi masyarakat serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, dalam hal ini kami meminta agar semua hal yang berkaitan dengan pencegahan banjir ini benar benar diperhatikan dengan baik," Kata dia, Rabu (15/1/2025)

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin diminta untuk segera memberikan langkah preventif terkait banjir yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Pulau Rimau. Permintaan tersebut dilontarkan menyusul terjadinya banjir di beberapa desa di Kecamatan Pulau Rimau akibat hujan yang terus mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir." terangnya

Selain itu Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin diminta untuk turun ke lapangan saat terjadi banjir di wilayah tersebut. Permintaan tersebut disampaikan mengingat risiko kesehatan yang meningkat saat terjadi banjir.

Menurut dia, Pemerintah harus lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya banjir dan cara menghadapinya. “Kami meminta pemerintah dapat melakukan kampanye yang lebih intensif dan menyediakan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang pencegahan banjir, untuk beberapa wilayah yang saat ini sudah terdampak banjir

Kami berharap Dinas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, untuk segera melakukan pendataan di tingkat desa, guna mengetahui para petani yang ikut asuransi atau tidak. Kalau yang ikut asuransi kan dapat ganti rugi. Bagi yang petani yang belum masuk asuransi Pemerintah harus mengupayakan petani mendapat bantuan, baik dari pemerintah pusat atau daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki peran yang jelas dalam penanganan banjir." tandasnya (Tri Sutrisno)

TAG:
#
Berita Terkait
DPD BPAN_LAI Sumsel Apresiasi OTT Kejari Palembang
DPD BPAN_LAI Sumsel Apresiasi OTT Kejari Palembang
DPD BPAN_LAI Sumsel Apresiasi OTT Kejari Palembang
DPD BPAN_LAI Sumsel Apresiasi OTT Kejari Palembang
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Maung Kawal Prediksi Rupiah Tembus Rp19.000: Jangan Biarkan Rakyat Beban Biaya Hidup Semakin Berat
Frasa '2 orang Kolonel usulan AHY' dalam korupsi MBG, begini kata Demokrat
Suap untuk 'jaga hubungan baik' dalam kasus Bupati Muara Enim 
Bansos berupa barang akan diganti transfer tunai Rp5,4 Juta per orang
Polres Pagaralam dan lapas bersinergi, warga Binaan diberi pembinaan serta Edukasi Kamtibmas
Indeks Berita