Perkosa lalu bunuh dosen di Jambi, begini trik licik Bripda Waldi

Perkosa lalu bunuh dosen di Jambi, begini trik licik Bripda Waldi
Foto: Tampang Bripda Waldi, pelaku pembunuhan dosen wanita di Bungo, Jambi/Foto: (Foto: Istimewa)
PPA & TPPO
Senin, 03 Nov 2025  13:17

Kasus pembunuhan dosen wanita berinisial EY (37) di Bungo, Jambi, mulai terungkap. Polisi menemukan sederet kelicikan pelaku, Bripda Waldi (22), yang berusaha menghilangkan jejak setelah menghabisi nyawa korban.

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Tubuh korban ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan.

Tak butuh waktu lama, polisi membentuk tim khusus dan melakukan pelacakan. Bripda Waldi, anggota Bintara Propam Polres Tebo, akhirnya dibekuk di wilayah Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Minggu (2/11/2025).

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyoo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari ketelitian penyidik mengumpulkan petunjuk yang mengarah kepada pelaku.

Ia menyebut pelaku sangat licik dan berupaya menutup rapat keterlibatannya.

"Pelaku ini ulet dan licik, jadi belum ada bukti, pantang untuk dia mengakui. Walaupun kita tidak mengejar pengakuan pelaku," kata Natalena kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).

Kapolres menjelaskan, pelaku sempat membersihkan jejak di lokasi kejadian.

Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang milik korban seperti iPhone, perhiasan, mobil Honda Jazz, dan motor PCX.

"Pelaku ini ulet dan licik. Kenapa? Ya karena dari awal proses ini pelaku berusaha menghilangkan jejak, sempat dipel atau dilap, sehingga jejaknya sangat sulit jika hanya berdasarkan TKP yang ada," ujarnya.

Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Dari hasil penyelidikan sementara, mobil, iPhone, dan perhiasan korban telah diamankan bersama pelaku.

Sementara motor Honda PCX ditemukan di depan parkiran RS Hanafie Bungo.

Kelicikan lain dari Bripda Waldi juga terungkap. Ia diduga menggunakan wig atau rambut palsu setelah membunuh korban.

Dugaan ini menguat setelah polisi mencocokkan rekaman CCTV dan keterangan saksi di sekitar rumah korban.

"Jadi identik dengan keterangan saksi depan rumah atau samping bahwa pelaku ini gondrong. Benar pelaku ini menggunakan wig atau rambut palsu," ujar Natalena.

Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga sempat membalas pesan WhatsApp dari sahabat korban untuk mengelabui orang-orang terdekat EY.

"HP korban di dalam mobil. Jadi, sempat ada WA dengan salah satu saksi sahabat korban, ketika pagi itu yang menjawab kami menduga sudah bukan lagi korban. Sudah ditelepon nggak menjawab. Dari situ kami lakukan pengembangan, dari situ tahu siapa pelakunya," kata Natalena.

Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Berdasarkan hasil visum sementara, terdapat luka lebam di wajah, leher, bahu, dan kepala korban.

Selain itu, autopsi juga dilakukan untuk memastikan dugaan pemerkosaan karena ditemukan cairan sperma di celana korban.

"Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Jambi didatangkan untuk melakukan autopsi di RS Hanafie Bungo," ujarnya.

TAG:
#perkosaan
#pembunuhan
#jambi
#polisi
Berita Terkait
Herry Wirawan Pemerkosa Belasan Santri Tetap Divonis Hukuman Mati
Herry Wirawan Pemerkosa Belasan Santri Tetap Divonis Hukuman Mati
Herry Wirawan Pemerkosa Belasan Santri Tetap Divonis Hukuman Mati
Herry Wirawan Pemerkosa Belasan Santri Tetap Divonis Hukuman Mati
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Desa Karang Tengah Bentuk Satgas Mitra Masyarakat Jalur Wisata 
Giat Patroli KRYD Gabungan 3 Pilar, Kapolsek Megamendung Pastikan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Wilayah Hukum Kecamatan Megamendung Aman Kondusif
Pemasangan Besi WF Hampir Selesai, Pembangunan Jembatan Terus Dikebut
Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius
​Kontraktor harus berkomitmen dan kredibel dalam menangani pekerjaan proyek yang di kerjakannya
Indeks Berita