Survei Indikator Kepuasan Kinerja Gubernur di Jawa, Dedi Mulyadi Juaranya

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis jajak pendapat mengenai persepsi publik atas kinerja 100 hari gubernur-gubernur di Pulau Jawa, yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memetakan penilaian warga di tiap provinsi terhadap kinerja gubernurnya masing-masing.
Jumlah sampel responden yang diambil di Jakarta sebanyak 500 responden. Lalu, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 600 responden. Kemudian, Yogyakarta dan Banten masing-masing sebanyak 400 responden.
Hasilnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meraih kepuasan kinerja tertinggi dari warganya, yakni sebesar 94,7 persen.
"Overall, Dedi Mulyadi memang sangat tinggi, dan itu yang menjelaskan kenapa media sering melakukan liputan tentang KDM karena ratingnya tinggi, itu yang membedakan dengan gubernur di tempat lain," ungkap Burhanuddin dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Rabu (28/5/2025).
Urutan kedua ditempati oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan kepuasan kinerja oleh warganya sebesar 83,8 persen. Kemudian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di urutan ketiga dengan kepuasan 75,3 persen.
"Di Jawa Timur ini kompetitif, sebagaimana kita ketahui, Khofifah ini satu-satunya gubernur perempuan di Jawa. Dia dua kali menjadi Gubernur di Jawa Timur, petarung, karena pernah kalah beberapa kali melawan Pakde Karwo, mendapat 75 persen saya kira bisa lebih tinggi lagi kalau memanfaatkan media sosial," ungkap Burhanuddin.
Setelahnya, kepuasan kinerja atas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan 62,5 persen, disusul di urutan kelima oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan kepuasan kinerja 60 persen. Terakhir, Gubernur Banten Andra Soni dengan tingkat kepuasan 50,8 persen.
Burhanuddin lantas menjelaskan mengapa tingkat kepuasan atas kinerja Dedi Mulyadi di Jawa Barat lebih tinggi dibanding gubernur lain, termasuk Pramono Anung di Jakarta yang notabene adalah Ibu Kota.
"Di Jawa Barat, tingkat kepuasan terhadap Gubernur sangat menonjol dibanding wilayah lain. Kemungkinan besar karena pasca pelantikannya sebagai Gubernur, Dedi Mulyadi sangat aktif turun ke masyarakat untuk melihat secara langsung dan segera mengambil tindakan atas berbagai persoalan yang ditemui," urai Burhanuddin.
"Hal ini tidak terjadi pada Gubernur lain, paling tidak di Pulau Jawa, sehingga respon warga juga tidak begitu menonjol. Di Jakarta, ada program job fair, cukup luas dikenal warga, tapi di antara yang mengetahui tampak kurang optimis terhadap program," tambahnya.
Sebagai informasi, survei dilakukan pada 12-19 Mei 2025. Populasi survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia di Pulau Jawa yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel di provinsi yang diambil sebanyak 400 memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) ± 5 persen, 500 (± 4.5 persen) dan 600 (± 4,1 persen), masing-masing pada tingkat kepercayaan 95 persen.












