Ayo Buruan Dicoba!! Bagi Pemburu Mania Kuliner Masakan Khas Palembang, Aneka Ragam Pindang di Pondok Pindang Pada Suka

PALEMBANG, Aliansinews
Rumah Makan Pindang Palembang merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan di Sumatera Selatan khususnya di Kota Pempek ini, sudah bukan hal yang tabuh bagi masyarakat pribumi, untuk berburu kuliner dengan kualitas masakan sesuai selera dilidah berkelas, seperti yang di Lakoni oleh bapak Iwan Ishaq merupakan pemilik Rumah Makan Pondok Pindang ‘Pada Suka’ khas Palembang Asli.
Rumah makan ini menawarkan beraneka ragam masakan Palembang, mulai dari Pindang Ikan hingga nasi minyak malbi yang terkenal sejak dulu sampai sekarang.
Menurut Apek panggilan akrab bapak Iwan Ishaq, menjalani bisnis rumah makan di Palembang sudah sejak lama ia jalani, berbagai pengalaman sudah pernah ia rasakan, sehingga merupakan suatu tantangan tersendiri bagi dirinya untuk berbagi rasa aroma masakannya terutama bagi pemburu kuliner makanan khas Palembang.
“Kalau rumah makan ditempat sekarang ini di Jalan Lematang 15 Ilir Palembang, sudah 25 tahun sebelumnya di dekat Hotel King Pulau Mas sudah 10 tahun dan saya mengelola rumah makan selama sekitar 35 tahun,” terang suami dari ibu Sutri Wasiah ini, kepada wartawan Aliansinews, Selasa (02/04/24).
Apek menuturkan, khas menu rumah makan yang ditawarkan yakni Pindang Palembang, sedangkan menu ikan beraneka ragam seperti ikan Baung, ikan Patin, ikan Belida, ikan Seluang Sungai, pentol, telok gabus, tempoyak pepes ikan, ikannya tergantung selera ada Belida, ada Patin Sungai, selain itu menu nasi disediakan berpariasi seperti nasi putih dan nasi minyak, untuk nasi minyak disiapkan setiap hari Jum’at, nasi minyak pasangan menu lauknya adalah kare kambing, malbi, opor ayam.
“Selain melayani secara offline, rumah makan kita juga melayani secara online. Konsep rumah makan kita sasarannya menengah keatas dan menengah kebawah. Rumah makan kita ini, sering dikunjungi para pejabat yang ada di Sumatera Selatan salah satunya Mantan Gubernur Sumsel yakni Sahrial Oesman, Rajab Semendawai, Dirut Bank Sumsel, Bupati Pali, Anggota DPRD Sumsel, Anggota DPR RI dan lain sebagainya,” ungkap bapak dari satu orang anak yang mempunyai 4 cucu ini.
Apek memaparkan, sebenarnya bisnis rumah makan yang dilakoninya ini, lantaran mengikuti jejak sang ayahanda bernama Ishaq yang dulunya cukup terkenal juga saat itu, dimana ayahandanya membuka rumah makan di daerah Pasar 16 Ilir Palembang,
Disinggung berapa omset yang diperolehnya, sembari tersenyum Apek mengatakan, pernah mendapatkan omset yang fantastis sampai datangnya masa covid sehingga omsetnya sempat menurun
“Kalau dulu omset saya luar biasa, setelah datangnya covid pemasukan omset rumah makan saya menurun, untuk sekarang omset saya perhari bisa mencapai Rp. 10 juta, sedangkan kalau dulu apalagi kalau menjelang lebaran omset saya meledak salah satunya datang dari PT Pusri, kalau lagi ada acara pernah memesan 500 porsi pindang patin. Sedangkan saat ini menjelang bulan puasa, saya membuka rumah makan seperti biasa dari pukul 10.00 Wib pagi sampai dengan pukul 21.00 Wib malam, untuk pemasukan sendiri Alhamdullilah beguyur bae (bahasa Palembang, red),” ungkapnya.
Apek menambahkan, bahkan untuk pemesanan pindang ikan dan nasi minyak, rumah makannya pernah menerima pesanan atas nama bapak Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri RI dan juga mantan Kapolri, yang menyuruh bawahannya untuk dibawa ke pulau Jawa. “Sementara anak kandung kita juga membuka bisnis rumah makan, namun beda menu yang ditawarkan, anak kita membuka rumah makan ayam gebrek,” ucapnya.
Selain bergerak dalam bisnis rumah makan Apek juga aktif bergabung sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) plat merah yakni Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) untuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wilayah Sumatera Selatan.
“Meski pun saya tidak tahu hukum, setidaknya saya bergabung di Aliansi sedikit-sedikit mengerti hukum, walau saya tidak berkecimpung di bidang politik setidaknya saya mengerti politik, itu semua atas bimbingan Ketua LAI BPAN Sumsel bapak Syamsudin Djoesman,” tandasnya bangga. (Sya)












