BNN kembali gerebek Kampung Bahari, 89 Kg sabu hingga senpi disita

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI tengah gencar menggerebek wilayah yang menjadi daerah rawan narkoba.
Kawasan Kampung Bahari kembali menjadi sorotan aparat penegak hukum.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polisi menggelar penggerebekan besar-besaran pada Jumat (7/11/2025), sebagai kelanjutan dari operasi sebelumnya pada Rabu (5/11/2025).
Operasi dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto, dengan melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Satuan Brimob, dan Polres Jakarta Utara.
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan apresiasi atas kerja sama BNN dan Polri dalam operasi pemberantasan narkoba di Kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini kita membuktikan kerja sama yang luar biasa. Barang bukti yang kita dapatkan sangat signifikan. Tim BNN dan Polri akan terus mengembangkan operasi untuk memburu bandar-bandar besar,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/11/2025).
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial.
Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan agar jaringan narkoba bisa dibongkar hingga ke akarnya.
Adapun Hasil operasi tim berhasil menyita berbagai barang bukti, antara lain:
- 89,159 kilogram sabu
- 91,53 gram ganja
- 159 butir ekstasi
- Uang tunai Rp 1,468 miliar dan uang palsu Rp 5,5 juta
- 7 pucuk senjata api, 2 senapan air gun, 6 air soft gun, 21 senjata tajam, 1 busur panah beserta 8 anak panah
- Perhiasan berupa cincin, gelang, dan kalung
- Kendaraan motor mewah, yakni Kawasaki ZX-10R, Kawasaki Ninja 250, dan Honda Vario
- 9 unit handphone
Barang bukti tersebut ditemukan di rumah indekos yang berada di Jalan Samudera 4 dan Jalan Bak Air 2. Sembilan orang ditangkap dengan inisial Sa, Ab, Yu, He, Fa, Yo, Su, SH, dan RN.












