Orangtua siswa diminta tanda tangan pernyataan, siswa tetap tidak mau makan menu MBG dari SPPG di Desa Sukamukti di Garut

Permasalahan menu makanan bergizi gratis (MBG) di beberapa sekolah yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garut Cisompet Sukamukti masih berlanjut.
Hingga hari Selasa (1/9/2026) menu dari SPPG tersebut dinilai masih tidak layak, dan siswa tetap tidak mau makan.
Narasumber AliansiNews yang merupakan orangtua siswa di SD dan TK di Desa Sukamukti mengatakan, setelah ada pemberitaan dari AliansiNews, ada sedikit perubahan menu, tapi itu hanya berlangsung satu hari. Setelah itu menu kembali seperti semula.
“Ada perubahan sedikit setelah diberitakan oleh AliansiNews, tapi sangat sedikit. Dari yang semula nilainya kalau beli di warung kisaran 5-6 ribu Rupiah, jadi sekitar ribuan,” kata narasumber melalui saluran telepun, Senin (31/8/2026).
Setelah pemberitaan itu juga, orangtua siswa diminta tanda tangan pernyataan yang pada intinya apakah menerima atau menolak MBG dari SPPG itu.
“Surat pernyataan itu aneh, orangtua siswa kan hubungan atau urusannya dengan sekolah bukan dengan SPPG. Apa kewenangan SPPG meminta surat pernyataan itu. Apalagi ada ‘bersedia menerima sanksi administratif’, sanksi apa dan punya hak apa SPPG melakukan itu. Ini bentuk intimidasi atau apa?” kata narasumber lebih lanjut.

Narasumber menyayangkan pihak SPPG, bukannya menindaklanjuti permasalahan dengan perbaikan menu yang pantas, tapi justru melakukan hal yang melampaui kewenangannya.
Lebih lanjut dia mengatakan, antara orangtua siswa yang menyatakan menerima atau menolak cukup seimbang.
“Hanya pengamatan sekilas, kira-kira seimbang lah jumlah orangtua yang menerima dengan yang menolak,” ujarnya.
Narasumber menyesalkan, uang negara dihambur-hamburkan sia-sia karena pada akhirnya siswa tidak mau makan dan dibuang begitu saja.
Sebagai catatan, AliansiNews pada tanggal 25 Agustus 2026 malam menerima telpun dari seorang wanita yang mengaku dari pihak SPPG dimaksud. Wanita tersebut meminta AliansiNews untuk datang melihat langsung ke dapur MBG, namun karena posisi redaksi AliansiNews berada di Jakarta, AliansiNews mempersilakan wanita tersebut untuk menyampaikan tanggapan atau klarifikasi melalui pesan Whatsapp. Dan hingga berita ini diturunkan kesempatan klarifikasi tidak pernah dimanfaatkan.











