Dugaan penculikan, atlet Golf Jesslyn Wijaya terdeteksi di Malaysia

Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami dugaan penculikan terhadap atlet golf putri, Jesslyn Wijaya, yang sebelumnya dilaporkan dibawa paksa oleh lima pria berbadan kekar di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mendeteksi korban diduga telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan keberadaan Jesslyn terlacak setelah penyidik memeriksa manifes penumpang penerbangan.
Berdasarkan data tersebut, korban diketahui terbang dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, menuju Kuala Lumpur bersama dua orang kerabatnya yang berinisial EA dan EI.
"Dari hasil pemeriksaan manifes penumpang, korban teridentifikasi berangkat ke Kuala Lumpur melalui Bandara Ahmad Yani bersama dua orang kerabatnya berinisial EA dan EI," kata AKBP Roby Heri Saputra, Selasa (21/7/2026)
Meski demikian, penyidik masih belum dapat memastikan apakah keberangkatan Jesslyn dilakukan secara sukarela atau berada dalam tekanan.
Hingga kini, polisi belum memperoleh keterangan langsung dari korban maupun pihak keluarga yang dapat menjelaskan kronologi sebenarnya.
"Kami masih melakukan pendalaman. Belum bisa disimpulkan apakah ada unsur paksaan atau korban berangkat atas keinginan sendiri karena kami belum mendapatkan keterangan resmi dari korban maupun keluarganya," ujar AKBP Roby Heri Saputra.
Sebelumnya, dugaan penculikan Jesslyn Wijaya mencuat setelah seorang rekan korban berinisial NA melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Dalam laporannya, Jesslyn diduga dibawa oleh lima pria berbadan kekar di kawasan Sawah Besar.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pelapor telah mengajukan pencabutan laporan pada Minggu (19/7/2026).
Meski demikian, permohonan tersebut belum dikabulkan karena penyidik masih memerlukan sejumlah pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.
Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan hingga seluruh fakta dan keterangan dari para pihak berhasil dikumpulkan.
Polisi juga masih berupaya menghubungi korban untuk memastikan kondisi serta mengetahui secara pasti penyebab keberangkatannya ke Malaysia.












