Kecelakaan maut di Wonosobo, sopir truk tangki tewas terjepit kabin

Kecelakaan maut beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di jalur turunan tajam Jalan Parakan-Wonosobo, tepatnya di Dusun Banjaran, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026) dini hari.
Dalam kecelakaan ini, sopir truk tangki pengangkut minyak sawit tewas terjepit di dalam kabin, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Diduga, kecelakaan dipicu truk tangki yang mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun.
Namun, polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden kecelakaan beruntun tersebut.
Dampak dari kecelakaan itu, muatan lemari etalase dan pecahan kaca berserakan di badan jalan.
Sementara itu, truk tangki masuk ke selokan di tepi jalan dengan kondisi kabin ringsek parah setelah menghantam tiga kendaraan yang berada di depannya.
Proses evakuasi sopir dari kabin kendaraan berat itu lantas berlangsung dramatis.
Tim Basarnas Wonosobo bersama petugas gabungan harus menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membongkar kabin truk yang remuk.
Evakuasi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan baru selesai sekitar satu jam kemudian.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
Kapolres Wonosobo AKBP Kasim Akbar Bantilan mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan seluruh kendaraan melaju searah dari Temanggung menuju Wonosobo.
"Hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan seluruh kendaraan melaju searah dari arah Temanggung menuju Wonosobo. Truk tangki minyak sawit kemudian menabrak tiga kendaraan yang berada di depannya secara beruntun," ujar Kasim, Selasa (21/7/2026).
Menurut Kasim, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi objek pendalaman penyidik. Polisi mengungkap kemungkinan pengemudi mengantuk maupun kegagalan fungsi sistem pengereman pada truk.
"Dugaan sementara bisa karena pengemudi mengantuk atau juga kemungkinan kendaraan mengalami rem blong. Semua masih kami selidiki," katanya.












