Pemakaman pria 250 Kg berlangsung 5 jam, jenazah harus dievakuasi pakai crane

Pemakaman pria 250 Kg berlangsung 5 jam, jenazah harus dievakuasi pakai crane
Foto: Proses evakuasi jenazah pria berbobot 250 kg di Gresik dengan menggunakan crane (ist)
JATIM
Rabu, 09 Sep 2026  21:12

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik kembali melakukan evakuasi dengan cara yang tidak biasa.

Kali ini, petugas harus menggunakan crane untuk memindahkan jenazah seorang warga yang memiliki berat sekitar 250 kilogram.

Jenazah tersebut diketahui bernama Abdul Ghoni (25), warga Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Gresik.

Abdul Ghoni meninggal dunia pada Senin (7/9) sore setelah mengalami komplikasi penyakit yang berkaitan dengan obesitas.

Proses pemakaman Abdul Ghoni berlangsung cukup dramatis. Puluhan warga bersama sejumlah instansi ikut terlibat untuk membantu seluruh rangkaian pemakaman, mulai dari memandikan jenazah, melaksanakan salat jenazah hingga proses pemakaman.

Petugas Damkarla Gresik, Farhan Dzulkifli, mengatakan warga mengalami kendala ketika hendak memindahkan jenazah karena bobot tubuh almarhum.

"Warga kesulitan saat hendak memindahkan jenazah," ujar Farhan dilansir, Selasa (8/9/2026). 

Untuk mengatasi kendala tersebut, satu unit crane milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik kemudian dikerahkan.

Selain crane, tiga kendaraan operasional juga disiapkan untuk mendukung proses pemakaman.

"Mengerahkan 1 unit crane milik DPUTR, serta menyiagakan 3 unit mobil operasional lainnya," imbuhnya.

Dalam proses tersebut, warga dan petugas terlihat bekerja sama menyelesaikan setiap tahapan pemakaman.

Setelah melalui berbagai proses, pemakaman Abdul Ghoni akhirnya selesai sekitar lima jam kemudian.

"Proses pemakaman berlangsung 5 jam, tapi alhamdulillah selesai tanpa halangan," sebutnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bungah Aipda Triyadi menyampaikan bahwa meninggalnya Abdul Ghoni meninggalkan kesedihan mendalam bagi pihak keluarga.

Triyadi juga memastikan hasil pemeriksaan polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh almarhum. Abdul Ghoni dipastikan meninggal akibat sakit.

"Murni karena sakit, semoga keluarga diberikan ketabahan," jelasnya.

TAG:
#obesitas
#gresik
#jatim
Berita Terkait
Warga Pasuruan diduga tewas dianiaya polisi gegara dituduh judol, keluarga tuntut keadilan
Warga Pasuruan diduga tewas dianiaya polisi gegara dituduh judol, keluarga tuntut keadilan
Warga Pasuruan diduga tewas dianiaya polisi gegara dituduh judol, keluarga tuntut keadilan
Warga Pasuruan diduga tewas dianiaya polisi gegara dituduh judol, keluarga tuntut keadilan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Koster Bongkar Vila di Kawasan Hutan, Pesannya Tegas: Jangan Main-Main dengan Aturan Bali
HARI KEDUA OPERASI SAR, MENGERAHKAN SRU LAUT DAN UDARA
Warga Gunung Dahu Bangkitkan Kembali Jiwa Gotong-Royong, Laksanakan Bersih-Bersih lingkungan 
DPP Lembaga Aliansi Indonesia & Aktivis Pers Indonesia Mendesak Kepada Gubernur Banten & Ibu Bupati Pandeglang Segera Turun Serta Proses Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Ibu Itoh 
Indeks Berita