Gunung Merapi 30 kali luncurkan guguran lava hingga 1,9 km

Gunung Merapi 30 kali luncurkan guguran lava hingga 1,9 km
Foto: Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi, Jumat 17 Juli 2026.
PERISTIWA
Sabtu, 18 Jul 2026  11:50

Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi 30 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,9 kilometer selama periode pengamatan Jumat (17/7/2026) pukul 00.00-24.00 WIB.

Data tersebut menunjukkan pasokan magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung.

Kondisi ini berpotensi memicu guguran lava maupun awan panas guguran sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, guguran lava teramati mengarah ke beberapa alur sungai di lereng barat daya Merapi.

"Teramati 30 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," kata Agus Budi Santoso dalam keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).

Selain aktivitas guguran lava, BPPTKG juga merekam aktivitas kegempaan Gunung Merapi yang masih cukup tinggi.

Selama 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 110 gempa guguran, 63 gempa hybrid atau fase banyak, dua gempa vulkanik dangkal, dan satu gempa tektonik jauh.

Berdasarkan hasil pengamatan visual, puncak Gunung Merapi tampak jelas karena cuaca cerah. Selama periode pengamatan, asap kawah tidak teramati.

Sementara itu, suhu udara di kawasan Merapi berkisar antara 15,1 hingga 26,4 derajat celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 68,9% hingga 93%.

Meski kondisi permukaan gunung relatif terkendali, BPPTKG menegaskan aktivitas di dalam tubuh Gunung Merapi masih perlu diwaspadai karena suplai magma belum berhenti.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus.

Hingga kini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada level III (siaga).

BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya. Ancaman utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan hingga barat daya.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi lahar dan awan panas guguran saat hujan turun di kawasan Merapi. Selain itu, warga diminta mengantisipasi kemungkinan hujan abu apabila terjadi erupsi sewaktu-waktu.

Masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi diharapkan terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah sebagai acuan dalam melakukan aktivitas serta mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik.

TAG:
#gunung merapi
#erupsi
#gunung berapi
#yogyakarta
#magelang
Berita Terkait
3 kali awan panas meluncur dari Gunung Merapi dalam 15 menit
3 kali awan panas meluncur dari Gunung Merapi dalam 15 menit
3 kali awan panas meluncur dari Gunung Merapi dalam 15 menit
3 kali awan panas meluncur dari Gunung Merapi dalam 15 menit
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Menguak Uga Wangsit Siliwangi Bersama Maung & Rajawali: Antara Lauh Mahfuzh dan Bahasa Senja Leluhur
3 hari bertahan di rompong, 5 korban KM Nurul Salsa ditemukan selamat
Prancis vs Inggris, laga hiburan penebus kekecewaan
Tabrakan beruntun 6 kendaraan di Tol JORR arah Tanjung Priok, sopir truk tewas terjepit
Foto dirinya mandikan bayi Lamine Yamal viral lagi jelang final, Lionel Messi bilang begini
Indeks Berita