Wakapolri: Personel Polri harus beri manfaat nyata bagi masyarakat

Wakapolri: Personel Polri harus beri manfaat nyata bagi masyarakat
Foto: Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (foto: dok ist)
TNI-POLRI
Rabu, 02 Sep 2026  21:54

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, pusat studi kepolisian harus menjadi ruang tumbuhnya pemikiran dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi Polri dan masyarakat.

"Pusat studi harus terus berkarya. Jangan berhenti pada diskusi dan seminar. Hasil penelitian dan pemikiran harus dituangkan menjadi karya yang dapat dibaca, diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan serta praktik kepolisian," kata Dedi, Rabu (2/9/2026).

Sejak diresmikan pada 10 Maret 2026, ekosistem Pusat Studi Kepolisian tidak hanya bergerak melalui diskusi, seminar, dan penelitian, tetapi juga melahirkan karya literasi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan ilmu dan praktik kepolisian.

Sebanyak 48 buku menjadi bagian dari jejak karya dan pengembangan keilmuan dalam ekosistem Pusat Studi Kepolisian.

Karya-karya tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, sumber daya manusia, teknologi, digital policing, hingga persoalan sosial dan pembangunan nasional.

Menurut Dedi, pengembangan ilmu kepolisian merupakan bagian penting dalam membangun *evidence-based policing*, yakni pemolisian yang semakin kuat karena keputusan dan kebijakannya didukung data, penelitian, ilmu pengetahuan, serta pengalaman empiris.

"Kita ingin membangun evidence-based policing. Kebijakan kepolisian harus semakin kuat karena didukung ilmu pengetahuan, data, penelitian, dan pengalaman empiris. Dari sinilah pusat studi memiliki peran strategis," ujar Dedi.

Dedi menekankan buku-buku tersebut tidak boleh berhenti sebagai koleksi perpustakaan maupun dokumentasi akademik.

Karya-karya itu harus menjadi bahan bacaan, referensi, dan kajian bagi anggota Polri yang sedang bertugas.

Dengan demikian, pengetahuan yang dibangun di lingkungan akademik dapat memberikan perspektif tambahan bagi anggota dalam menghadapi berbagai persoalan nyata di lapangan.

Pembahasan yang dilakukan para ahli dan akademisi juga diharapkan membantu anggota Polri memahami isi buku secara lebih kritis.

Dengan begitu, buku tidak hanya dibaca sebagai karya teoritis, tetapi dapat dikaitkan dengan pengalaman tugas, kebutuhan organisasi, dan tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat.

"Buku-buku ini jangan hanya tersimpan di perpustakaan. Jadikan sebagai bahan bacaan, referensi, dan kajian bagi anggota Polri yang bertugas. Apa yang ditulis oleh para akademisi harus dapat menjadi bekal bagi anggota untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan mengambil langkah yang semakin tepat," ucap Dedi.

TAG:
#wakapolri
#polri
Berita Terkait
Wakapolri Melaksanakan Giat Zoom Meeting Terkait Penanganan Covid-19
Wakapolri Melaksanakan Giat Zoom Meeting Terkait Penanganan Covid-19
Wakapolri Melaksanakan Giat Zoom Meeting Terkait Penanganan Covid-19
Wakapolri Melaksanakan Giat Zoom Meeting Terkait Penanganan Covid-19
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Koster Bongkar Vila di Kawasan Hutan, Pesannya Tegas: Jangan Main-Main dengan Aturan Bali
HARI KEDUA OPERASI SAR, MENGERAHKAN SRU LAUT DAN UDARA
Warga Gunung Dahu Bangkitkan Kembali Jiwa Gotong-Royong, Laksanakan Bersih-Bersih lingkungan 
Indeks Berita