5 jurnalis hilang saat liput Anak Krakatau belum ditemukan, keluarga cemas

Kecemasan masih menyelimuti keluarga lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Memasuki hari kedua operasi pencarian, sejumlah keluarga mulai berdatangan ke lokasi pencarian untuk menunggu perkembangan operasi SAR, Rabu (9/9/2026).
Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga masih menggantungkan harapan kepada tim SAR gabungan agar kelima jurnalis yang dilaporkan hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Salah satu keluarga yang datang ke lokasi pencarian adalah Lintang, adik Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com.
Lintang mengatakan Ari berangkat menjalankan tugas jurnalistik setelah terlebih dahulu meminta izin kepada keluarga. Namun, sebelum berangkat, kondisi kesehatan Ari disebut sedang kurang baik.
"Sudah izin. Istri mengizinkan berangkat ke sini. Cuma dalam keadaan sakit, enggak enak badan," kata Lintang kepada wartawan di lokasi pencarian, Rabu (9/9/2026).
Menurut Lintang, komunikasi terakhir Ari dengan keluarga terjadi pada Senin (7/9/2026) siang. Saat itu, Ari sempat menghubungi anaknya, Bintang, sekitar pukul 13.43 WIB. Setelah komunikasi tersebut, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar dari Ari.
"Terakhir ke anaknya jam 13.43 WIB hari Senin. Itu terakhir. Setelah itu enggak ada sampai sekarang," ujar Lintang.
Terputusnya komunikasi tersebut menjadi sumber kecemasan bagi keluarga. Mereka kini hanya dapat menunggu kabar dari tim SAR yang masih menyisir perairan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lintang berharap pencarian segera membuahkan hasil. Ia juga berharap keluarga terus mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan operasi SAR.
"Semoga ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang tersebut yakni jurnalis Merdeka.com Ari Basuki, jurnalis Antara M Bagus Khoerunnas, jurnalis iNews Yudhis, jurnalis Anadolu Daus, serta jurnalis freelance Donald.
Selain lima jurnalis tersebut, dua kru kapal dan seorang pemandu wisata juga dilaporkan hilang kontak.
Rombongan sebelumnya berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api tersebut. Namun, komunikasi dengan rombongan terputus sejak Senin (7/9/2026) sore.
Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 10.20 WIB, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seluruh korban. Operasi pencarian dilakukan untuk menemukan keberadaan lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang pemandu wisata yang belum diketahui nasibnya.
Bagi keluarga, setiap pergerakan tim pencarian menjadi harapan di tengah ketidakpastian. Mereka datang ke lokasi bukan sekadar menunggu kabar, tetapi juga memastikan upaya pencarian terhadap orang-orang yang mereka cintai terus berlangsung.
Kini, keluarga hanya berharap satu kabar baik segera datang dari tengah perairan Selat Sunda, kelima jurnalis bersama seluruh awak yang hilang ditemukan dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.











