Polisi kantongi identitas pelaku main hakim sendiri di Morowali

Kepolisian Resor (Polres) Morowali mendalami kematian Wawan Sudirman (33), korban pengeroyokan yang tewas akibat main hakim sendiri massa di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (24/7/2026).
Nyawa Wawan tak terlolong akibat luka berat di sekujur tubuhnya karena diamuk massa seusai dituduh mencuri motor di salah satu area parkiran supermarket Bahomakmur.
Terkait dengan kejadian tersebut, jajaran Polres Morowali telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
Wakil Kepala Polres Morowali, I Nyoman Raka Arya Wiyasa, mengatakan jajarannya telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Raka mengaku telah mengantongi sejumlah identitas pelaku.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, penyidik telah mengantongi identitas pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang," ungkap Raka kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Raka menyebut korban diduga mengalami kekerasan pukulan tangan yang dilakukan oleh para pelaku.
"Korban diduga dipukul tangan oleh para pelaku, tetapi proses penyelidikan masih tetap dilakukan" tambah Raka.
Kepolisian Resor Morowali juga mengimbau seluruh warga khususnya di wilayah hukumnya, agar segera menghubungi layanan darurat kepolisian 110 apabila ada dugaan tindak pidana.
Dia memastikan pihak kepolisian cepat menindaklanjuti lanjuti laporan tersebut dan mencegah tindakan main hakim sendiri.
Sebelumnya, aksi main hakim sendiri tersebut terekam kamera handphone (HP) warga hingga CCTV di sekitar lokasi.
Dalam video yang beredar, tampak korban terpojok di area kasir minimarket.
Sejumlah warga tampak mengepung pria tersebut sehingga tidak memiliki ruang untuk melarikan diri dan tak berselang lama digelandang keluar dari dalam minimarket.
Situasi kemudian berujung ricuh hingga ia dikeroyok massa.
Petugas dari Polsek Bahodopi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Kendati demikian, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan akibat luka parah yang dialaminya.












