Penanggulangan karhutla gagal total: Dana padamkan api, bukan jaga api

Sumsel, Aliansinews"
Tokoh masyarakat angkat bicara terkait karhutla yang tak berujung di Sumatera Selatan saat ini
Kebijakan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dinilai gagal total. Anggaran milyaran rupiah dari pusat telah dikucurkan, namun api tetap menyala di mana-mana. Yang paling terpukul kini adalah rakyat kecil.
Kritik pedas ini dilontarkan Muhammad Yamin tokoh masyarakat asal kabupaten Muba yang saat ini menetap dikota Palembang
Menurutnya, pemerintah terjebak pada pola lama yang tidak efektif.
"Saat ini bukan penanggulangan bencana yang dikedepankan karena toh masih tetap terbakar.
Dana digunakan untuk mematikan api, bukan menjaga api sehingga efektifitasnya tidak didapatkan," tegas Yamin.
Ia menegaskan, fokus pemerintah hari ini salah sasaran Negara sibuk memadamkan api di atas lahan tapi lupa memadamkan api di dapur masyarakat yang sudah padam.

"Tapi yang perlu dipikirkan itu pasca bencana. Masyarakat sudah kehilangan penghasilan sudah kehilangan mata pencaharian karena kebun-kebun mereka terbakar salah satu dampak nyata
Sementara kebutuhan sehari-hari mereka tetap seperti biasa, bahkan meningkat," ujarnya.
Kondisi di lapangan memang memprihatinkan Masyarakat makin terpuruk. Kebun karet, sawit, dan lahan pertanian yang menjadi tumpuan hidup ludes terbakar Asap hilang tapi kemiskinan baru muncul.
Yamin mempertanyakan kehadiran negara pasca bencana Bantuan pemadaman ada, tapi bantuan pemulihan ekonomi nihil.
"Yang jadi pertanyaan, adakah program Pemerintah untuk memulihkan usaha mereka yang terbakar? Sehingga mereka dapat menata ulang, menanam kembali?" tanya Yamin penuh prihatin
"Bantuan telah dikucurkan pemerintah pusat untuk penanggulangan Karhutla tapi kebakaran tetap terjadi di mana-mana. Mengapa demikian?"
Menurutnya, ini bukan lagi soal alam, tapi soal kebijakan.
"Jika polanya hanya padamkan api, maka tahun depan kita akan bakar-bakaran lagi dengan anggaran yang sama Ini lingkaran setan. Sekarang masyarakat makin terpuruk. Kebijakan pemangku kepentinganlah yang bisa jadi solusi tegas yamin"
Pemerintah ditantang untuk berhenti bermain di hulu dengan menyewa helikopter water bombing dan mulai berpikir di hilir: bagaimana rakyat bisa kembali menanam, kembali punya penghasilan, dan kembali hidup layak di atas tanahnya sendiri yang hangus( Tim)












