Ini identitas 5 korban ledakan dan kebakaran SPPG Mojokerto

Lima orang menjadi korban ledakan dan kebakaran di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group di Mojokerto.
Satu korban dengan luka bakar mencapai 90% telah dirujuk ke RS Soetomo Surabaya, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan dengan luka bakar cukup serius.
Korban yang dirujuk ke RS Soetomo sebelumnya menjalani perawatan di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
Keterangan Nurul mengenai luka bakar 65% tersebut berbeda dengan informasi awal yang menyebut salah satu korban di RS Sakinah mengalami luka bakar 60%.
Nurul menambahkan, proses rujukan juga berkaitan dengan kepesertaan jaminan kesehatan para korban.
Sejumlah korban disebut telah memiliki BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan.
"Informasinya dia sudah mempunyai BPJS. Ada juga yang sudah mempunyai BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan," pungkasnya.
Korban diketahui bernama Edy Suyanto, warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis.
Korban lainnya adalah Quinlan, warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Quinlan merupakan teknisi dan masih menjalani perawatan di RS Gatoel, Kota Mojokerto, karena mengalami luka bakar sekitar 40%.
Korban berikutnya, Piter Nando, warga Porong, Kabupaten Sidoarjo, dirawat di RS Sakinah. Berdasarkan informasi awal, Piter mengalami luka bakar sekitar 60%.
Dua korban lainnya adalah Maulin Nikmah dan Robiatul Adawiyah. Keduanya merupakan warga Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, sekaligus karyawan SPPG tersebut.
Kepala Puskesmas Puri Nurul Maslichana mengatakan para korban telah dibawa ke sejumlah rumah sakit setelah kejadian. Dari dua korban yang dibawa ke RS Gatoel, satu di antaranya telah dirujuk ke RS Soetomo Surabaya.
"Kemarin sudah dibawa ke rumah sakit. Ada yang dibawa ke RS Gatoel, ada yang dibawa ke RS Sakinah. Yang di RS Gatoel, pagi tadi ada satu yang sudah dirujuk ke Soetomo, yang satunya perawatan di OK di RS Gatoel. Dirujuk karena lukanya 90%," kata Nurul, Jumat (14/8/2026).
Nurul menjelaskan, tiga korban lainnya dibawa ke RS Sakinah. Dari jumlah tersebut, dua korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan satu korban masih dirawat di rumah sakit.
"Dua langsung rawat jalan, boleh pulang. Yang satu masih MRS di Sakinah, masih dalam perawatan di RS Sakinah. Yang rawat jalan ini untuk tindak lanjut," ungkapnya.
Menurut Nurul, korban yang masih menjalani perawatan di RS Sakinah kemungkinan juga akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap karena mengalami luka bakar cukup luas.
"Satunya yang agak banyak itu di Sakinah juga ada 65%, itu rencana mau dirujuk juga. Namun,masih belum tahu dirujuk ke mana, belum dapat info," ujarnya.
Keterangan Nurul mengenai luka bakar 65% tersebut berbeda dengan informasi awal yang menyebut salah satu korban di RS Sakinah mengalami luka bakar 60%.
Nurul menambahkan, proses rujukan juga berkaitan dengan kepesertaan jaminan kesehatan para korban.
Sejumlah korban disebut telah memiliki BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan.
"Informasinya dia sudah mempunyai BPJS. Ada juga yang sudah mempunyai BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan," pungkasnya.












