IMM Sumsel Geruduk Kantor Gubernur, Desak Penanganan Serius Kabut Asap Karhutla

PALEMBANG, Aliansinews"—
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumsel. Mereka mendesak pemerintah provinsi mengambil langkah lebih serius dalam menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berdampak terhadap masyarakat.
Sekitar 200 mahasiswa mengikuti aksi tersebut. Demonstrasi berlangsung tertib dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.
Ketua Umum DPD IMM Sumsel, Muhammad Wahyu Nugraha, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian keresahan mahasiswa sekaligus masyarakat terhadap kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, termasuk Kota Palembang.
"Hari ini kami dari segenap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyampaikan tuntutan-tuntutan terkait kondisi Provinsi Sumatera Selatan yang dilanda kabut asap," ujar Wahyu.
Dalam aksi tersebut, IMM Sumsel menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Salah satunya meminta Gubernur Sumsel mengevaluasi dan mencopot Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel. IMM menilai kinerja penanganan dan mitigasi Karhutla di wilayah Sumsel perlu dievaluasi secara serius.
Selain itu, mahasiswa meminta Dinas Kesehatan bersama Pemprov Sumsel membuka posko-posko kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
IMM Sumsel juga memberikan waktu satu pekan kepada pemerintah daerah untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika tidak ada langkah konkret, mahasiswa menyatakan siap kembali menggelar aksi.
Meski menyampaikan sejumlah tuntutan, Wahyu mengapresiasi sikap perwakilan Pemprov Sumsel yang menerima aspirasi mahasiswa dan memberikan ruang untuk berdialog serta menindaklanjuti tuntutan dalam waktu satu pekan.
IMM Sumsel juga menyampaikan apresiasi terhadap jajaran TNI dan Polri yang dinilai telah bergerak melakukan upaya pemadaman Karhutla di sejumlah titik.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa telah diterima oleh perwakilan Pemprov Sumsel.
Menurutnya, Asisten I Pemprov Sumsel yang menerima massa aksi telah menampung seluruh tuntutan yang disampaikan IMM.
"Seluruh aspirasi telah diterima oleh perwakilan Bapak Gubernur, yaitu Bapak Asisten I. Tentunya ini menjadi momentum yang baik bagi kita semua tentang penyampaian pendapat di muka umum yang tetap santun, tertib, dan berkomitmen menjaga keamanan," ujar Sonny.
Dalam pengamanan aksi tersebut, kepolisian mengerahkan sekitar 400 personel gabungan. Pengamanan melibatkan jajaran Polrestabes Palembang dan mendapat dukungan personel Polda Sumsel, Direktorat Samapta, hingga Satuan Brimob Polda Sumsel.
Jumlah personel disesuaikan dengan kondisi dan rangkaian kegiatan masyarakat lainnya yang berlangsung dalam sepekan terakhir.
Kepolisian memastikan pengamanan dilakukan untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berjalan aman dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Sonny juga mengimbau mahasiswa maupun seluruh elemen masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi agar tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum dapat menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan kritik dan aspirasi, dengan tetap menjaga keamanan serta ketertiban.
Aksi IMM Sumsel tersebut menjadi salah satu bentuk desakan mahasiswa agar pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap dampak Karhutla, terutama terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap di Sumatera Selatan.
(Hanny)











