Balita di Tajurhalang Bogor kritis penuh luka, diduga korban penganiayaan orangtuanya

Seorang balita perempuan berinisial M (3) ditemukan dalam kondisi kritis di rumahnya di kawasan Kalisuren, Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Kejadian ini menggemparkan warga setempat setelah sang kakek menduga cucunya menjadi korban penganiayaan.
Kondisi M pertama kali diketahui ketika kakeknya di Kampung Jampang yang menerima kabar balita itu tidak sadarkan diri.
Sang kakek segera meminta bantuan tetangga untuk menjemput dan membawa cucunya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Salah satu saksi, Sanusi, mengungkapkan ia ikut membantu proses evakuasi. Setibanya di lokasi, ia mendapati M dalam keadaan sangat lemah.
Tanpa menunggu lama, mereka membawa balita tersebut ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan darurat.
Sesampainya di rumah sakit, tim medis menemukan sejumlah luka serius pada tubuh M. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya unsur kekerasan.
“Tangan dan kaki patah, ada memar pada rahang dan kepala hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Sanusi, Kamis (4/12/2025).
Atas rekomendasi pihak rumah sakit, kakek korban kemudian membuat laporan ke Polres Metro Depok pada Selasa (2/12/2025).
Laporan tersebut menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada balita malang tersebut.
Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka. Aparat masih mengumpulkan sejumlah bukti, memeriksa saksi, dan menelusuri kronologi kejadian.
Diketahui, M tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya. Keduanya sudah dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan yang masih terus berlanjut.












