Festival Generasi Islam Kreatif 2026, Pesantren Nurul Qomar Perkuat Fondasi SDM Palembang

Festival Generasi Islam Kreatif 2026, Pesantren Nurul Qomar Perkuat Fondasi SDM Palembang
Foto: Festival generasi Islam kreatif
SUMSEL
Senin, 26 Jan 2026  14:38

Palembang, Aliansinews"– 

Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Terpadu Nurul Qomar menggelar Festival Generasi Islam Kreatif 2026 di lingkungan pesantren, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata transformasi pesantren dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di era modern.

Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si, yang sekaligus meresmikan gedung Taman Kanak-kanak (TK) Ponpes Nurul Qomar sebagai penguatan layanan pendidikan sejak usia dini.

Pesantren Tak Cukup Hanya Cetak Penghafal, Harus Bangun Karakter
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

“Pesantren hari ini tidak cukup hanya melahirkan santri yang pandai menghafal, tetapi harus mampu membentuk pribadi yang berkarakter, memiliki akhlak mulia, serta kecakapan hidup yang relevan dengan tantangan masa depan,” tegas Ratu Dewa.

Ia menilai Ponpes Nurul Qomar telah menunjukkan komitmen tersebut melalui pendekatan pendidikan terpadu yang menggabungkan nilai keislaman dan kreativitas.

Festival Jadi Ruang Aktualisasi Generasi Qurani Kreatif

Pembina Ponpes Nurul Qomar, Dr. H. R. Wijaya, M.Si, Ph.D, mengatakan Festival Generasi Islam Kreatif 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi potensi santri, baik dari sisi intelektual, spiritual, maupun keterampilan hidup.

“Kami ingin membentuk generasi muda yang islami, cerdas, serta memiliki mental dan spiritual yang tangguh. Pendidikan Islam tidak boleh berhenti pada teori,” ujarnya.
Delapan Tangkai Lomba Asah Kognitif hingga Fisik-Motorik

Prof. Wijaya mengungkapkan, festival ini diisi dengan delapan tangkai lomba yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga kemampuan fisik-motorik dan kreativitas santri.

“Pemahaman Islam harus mencakup penafsiran, penghayatan, dan implementasi. Santri harus mampu menampilkan Islam yang hidup dan membumi dalam kehidupan sosial,” jelasnya.

Islam Inklusif, Bukan Tafsir Sempit dan Eksklusif

Lebih lanjut, Prof. Wijaya menekankan pentingnya menghadirkan pemahaman Islam yang inklusif dan mudah dipahami oleh generasi muda serta masyarakat luas.

“Islam tidak boleh dipersempit oleh tafsir-tafsir eksklusif yang sulit dijangkau. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan wajah Islam yang terbuka, humanis, dan rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
(Hanny)

TAG:
#
Berita Terkait
Palembang Jadi Kota Pendukung Kejuaraan Internasional yang Bakal Digelar April–Mei MendatangL
Palembang Jadi Kota Pendukung Kejuaraan Internasional yang Bakal Digelar April–Mei MendatangL
Palembang Jadi Kota Pendukung Kejuaraan Internasional yang Bakal Digelar April–Mei MendatangL
Palembang Jadi Kota Pendukung Kejuaraan Internasional yang Bakal Digelar April–Mei MendatangL
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Drag Race maut Kotamobagu Sulut, mobil tabrak penonton dan tewaskam 7 orang
Kisah kejujuran kurir Syarif: Kembalikan uang Rp 92 Juta yang salah transfer
Riau 69 Tahun: Kaya Sumber Daya, Miskin Tata Kelola?
Peringatan HUT ke-3 GMPP dan Tunas Bumi Fest Meriahkan Alun-Alun Wonosobo, Hadirkan Tokoh Nasional
Kasus kematian Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus, LPSK jemput bola lindungi keluarga
Indeks Berita