Kasus Fitnah Ijazah Jokowi: Bohir Ketar-Ketir

Kasus Fitnah Ijazah Jokowi: Bohir Ketar-Ketir
 
PROFIL & OPINI
Senin, 16 Mar 2026  12:47

Oleh: Pepih Nugraha

Ketika Rismon Hasiholan Sianipar memutuskan untuk "balik badan" di depan gerbang Sumber setelah menangisi tembok ratapan Solo, ia sebenarnya tidak hanya sedang menyelamatkan lehernya sendiri dari jerat tali hukuman mati nurani. 

Tanpa sadar atau mungkin dengan sangat sadar, ia sedang menarik seutas benang merah yang terhubung ke sebuah kotak kayu tua yang selama ini terkunci rapat: Kotak Pandora.

Selama ini, kita sibuk menonton tarian para wayang. Ada Roy Suryo dengan analisis memorinya, Tifauzia Tyassuma dengan stetoskop narasinya, dan tentu saja Momon dengan mikroskop forensiknya. 

Namun, tidak ada pertunjukan kolosal yang berjalan bertahun-tahun tanpa katering yang melimpah, panggung yang kokoh, dan tata lampu yang mahal. Ya, toh?

Secara logistik, mustahil para "pendekar ijazah" ini memiliki napas yang begitu panjang jika hanya mengandalkan tabungan pribadi atau donasi recehan dari netizen yang emosional, bahkan dari barisan pembenci Jokowi sekalipun. 

Ada "vitamin" yang disuntikkan secara berkala ke dalam dompet perjuangan mereka. Pertanyaannya bukan lagi tentang apa yang mereka suarakan, tapi siapa yang membayar tagihan listrik di balik layar studio konspirasi itu?

Bohir-bohir ini adalah sutradara bayangan. Mereka bisa jadi adalah barisan sakit hati yang kursinya digeser, pengusaha yang "keran" rezekinya mampet karena regulasi yang tak lagi bisa diajak kompromi, atau sisa-sisa ormas garis marah yang rindu akan panggung jalanan meneriakan amarah berbungkus agama. 

Mereka semua adalah kolektor dendam yang sedang melakukan investasi jangka panjang untuk Pilpres 2029!

Inilah sisi gelap dari sebuah gerakan moral yang ternyata memiliki label harga. Para pendukung di akar rumput memberikan air mata dan kemarahan secara gratis, sementara di tingkat atas, kemarahan itu dikonversi menjadi angka-angka transaksi. Rupiah atau mungkin Dollar.

Momon, dengan keputusannya untuk "insyaf", secara tidak langsung telah mengkhianati kontrak tak tertulis dengan para pemodal ini. Ia membuka tabir bahwa perjuangan "mencari kebenaran ijazah" hanyalah komoditas politik. 

Saat sang "ahli" menyerah, maka seluruh narasi yang dibiayai dengan miliaran rupiah itu mendadak menjadi aset busuk (bad debt) yang tidak bisa dicairkan.

Kehilangan Relevansi

Kita sering mengira bahwa para bohir ini adalah orang-orang perkasa yang mengendalikan segalanya. Padahal, kenyatannya justru sebaliknya. Para pemodal besar itu sebenarnya jauh lebih menyedihkan daripada Momon. 

Jika Momon kehilangan reputasi, para bohir ini kehilangan sesuatu yang lebih fundamental: relevansi. Mereka telah menghabiskan energi, waktu, dan harta yang tak terhitung jumlahnya hanya untuk membangun sebuah monumen dari pasir di pinggir pantai.

Mereka membeli kebohongan dengan harga mahal, hanya untuk menyaksikan kebohongan itu larut disapu ombak kejujuran di pintu rumah seorang pensiunan Presiden di Sumber, Solo.

Tragedi ini menunjukkan bahwa dalam politik dendam, tidak ada pemenang sejati. Yang ada hanyalah penipu yang tertipu oleh bayangannya sendiri, dan wayang yang kelelahan karena talinya kusut. 

Disertai tatapan hampa, Kotak Pandora telah terbuka, dan isinya ternyata bukan hanya kejahatan, tapi kekosongan jiwa yang amat sangat dalam.

Wajar kalau bohir mulai ketar-ketir.

TAG:
#ijazah jokowi
#jokowi
Berita Terkait
Reformasi Hukum, Kembali Kepada Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum
Reformasi Hukum, Kembali Kepada Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum
Reformasi Hukum, Kembali Kepada Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum
Reformasi Hukum, Kembali Kepada Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
LKS SMK Swasta Palembang 2026 Sukses Digelar, Bibit Unggul Disiapkan ke Level Nasional
LKS Palembang 2 Tunjukkan Taring, Raih Emas hingga Tingkat Nasional
Tabrakan maut bus ALS, 16 korban dievakuasi ke RSUD Lubuklinggau
Respon Cepat Laporan Warga, Tim Opsnal Polres Prabumulih Sita Sabu 1,66 Gram dari Tangan Pengedar
Kejar Pelaku Curanmor di Palembang, Polisi Amankan Barang Bukti Motor yang Telah Diubah Identitasnya
Indeks Berita