Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga

Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga
Foto: Kebakaran Gunung Gede Pangrango masih menyisakan titik berasap pada Minggu, 9 Agustus 2026.
PERISTIWA
Minggu, 09 Agu 2026  13:14

Potensi munculnya kembali titik api masih mengintai kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) setelah kebakaran melanda sejumlah wilayah di kawasan tersebut.

Petugas gabungan bersama relawan dan masyarakat hingga Minggu (9/8/2026) terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.

Kondisi lahan yang masih kering serta hembusan angin membuat potensi munculnya kembali api masih cukup tinggi.

Sejumlah titik yang sebelumnya ditangani bahkan masih mengeluarkan asap ketika tertiup angin.

Relawan lingkungan dari komunitas Volunteer Raindeward1819, Andri Gunawan, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena api dikhawatirkan kembali menyala dan meluas ke area lainnya.

“Memang potensi munculnya api masih tinggi. Setiap ada angin, keluar lagi asap. Setiap angin keluar asap,” ujar Andri, Minggu (9/8/2026).

Andri mengatakan relawan bersama petugas terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Pemantauan dilakukan secara berkala di sekitar lokasi yang sebelumnya terbakar.

Ia mengaku khawatir apabila kondisi tersebut tidak segera teratasi, api dapat kembali menjalar dan memperluas area terdampak.

“Saya khawatir ini meluas, jadi selain kita terus berupaya di lokasi, saya juga berharap ini turun hujan,” katanya.

Menurut Andri, hujan sangat diharapkan untuk membantu membasahi lahan yang saat ini masih dalam kondisi kering.

Dengan demikian, potensi munculnya kembali titik api di kawasan Gunung Gede Pangrango dapat diminimalkan.

Kebakaran sebelumnya melanda kawasan Alun-alun Surya Kencana dan kemudian merembet hingga kawasan Kawah Wadon, Gunung Gede.

Kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan kebakaran.

Petugas gabungan dan relawan hingga kini masih melakukan penyisiran, pemantauan, serta penanganan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur sejak 7 Agustus 2026.

“Di tengah kondisi kebakaran di sekitar Kawah Wadon, Gunung Gede, perjuangan melawan api terus berlanjut. Sejak 7 Agustus 2026, petugas BBTNGGP bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP), relawan, masyarakat, dan berbagai unsur lintas instansi bahu-membahu berada di garis depan untuk memadamkan dan mengendalikan api,” ujar Sadtata.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan udara pada 8 Agustus 2026, terdapat perkembangan kondisi area terdampak dibandingkan dengan pemantauan sehari sebelumnya.

Karena itu, penanganan dan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api sekaligus mencegah kebakaran TNGGP meluas ke kawasan lainnya.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut, di antaranya Manggala Agni, BPBD Kabupaten Cianjur, Damkar Cianjur, Fire Rescue, TNI/Kodim 0608 Cianjur, Yonarmed 5 Pancagiri, Polres Cianjur, Batalyon Brimob Cipanas, Satpol PP, unsur pemerintah setempat, relawan, serta masyarakat.

Para petugas dan relawan bekerja di tengah kondisi medan yang sulit untuk memastikan api dapat dikendalikan dan kawasan terdampak tetap dalam pemantauan.

Sadtata menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran Gunung Gede Pangrango.

“Di balik setiap upaya pemadaman, ada mereka yang terus melangkah, bekerja, dan bertahan demi menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas, relawan, masyarakat, serta berbagai unsur lintas instansi yang terus berjuang di garis depan.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berjuang di garis depan. Semoga setiap langkah dan perjuangan mereka senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Hingga Minggu, petugas dan relawan masih bersiaga di kawasan terdampak. Pemantauan menjadi langkah penting untuk memastikan titik api yang masih mengeluarkan asap tidak kembali berkembang menjadi kebakaran dan merambat ke kawasan hutan lainnya.

TAG:
#gunung gede pangrango
#karhutla
#cianjur
#bogor
Berita Terkait
Karhutla di Palangka Raya meluas, status tanggap darurat diberlakukan
Karhutla di Palangka Raya meluas, status tanggap darurat diberlakukan
Karhutla di Palangka Raya meluas, status tanggap darurat diberlakukan
Karhutla di Palangka Raya meluas, status tanggap darurat diberlakukan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Cinta Laura soroti sistem layanan kesehatan setelah pasien BPJS curhat ditelantarkan dan dihina nakes
Ribuan Anggota Padati Anniversary ke-7 Lindu Aji Jolosutro DPC Pati, Kapolres Hingga Bupati Hadir
Misteri kematian Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus, keluarga resmi laporkan ke Polisi
Ini motif dan kronologi pembunuhan bos konter Ambarawa
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Indeks Berita