Pilot Malaysia penyelundup narkoba positif sabu hingga kokain, begini modusnya

Pilot Malaysia penyelundup narkoba positif sabu hingga kokain, begini modusnya
Foto: Pilot asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman
HUKUM
Senin, 03 Agu 2026  20:44

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap hasil tes urine pilot maskapai asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman yang diduga menyelundupkan narkotika ke Indonesia.

Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Awaludin Amin mengatakan urine Saufi positif mengandung zat narkotika.

Ia diduga berada di bawah pengaruh narkotika saat menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta.

“Positif menggunakan sabu, inex, dan kokain,” kata Awaludin, Senin (3/8/2026).

Terpisah, Kepala Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan pelaku diduga menyiapkan urine "bersih" untuk mengelabui tes narkoba saat menjalankan aksinya sebagai kurir narkotika ke Indonesia.

“Jadi pada saat diperiksa itu kami nemuin dia itu bawa botol, isinya urine. Waktu kita tanya, urine yang `bersih`, tanda kutip ya, yang sebelum dia makai. Jadi memang ini sudah pemain gitu kan,” ucap Hengky.

Ia mengatakan, temuan tersebut menunjukkan tersangka telah memahami pola pemeriksaan yang biasa dilakukan maskapai maupun otoritas bandara.

Karena itu, ia diduga telah menyiapkan cara untuk menghindari hasil positif apabila sewaktu-waktu menjalani tes narkoba.

“Dia tahu misalnya nanti ada sidak oleh maskapai, sidak oleh misalnya otoritas bandara, nah dia pakai urine itu nanti rencana dia,” ujarnya.

Sebelum tertangkap, pilot asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman ternyata sudah dua kali membawa narkotika ke Indonesia. Pelaku dibayar ratusan juta rupiah untuk menjalankan aksi tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan MSO ditangkap tim gabungan saat membawa narkotika berupa sabu dan ekstasi untuk ketiga kalinya.

"Tersangka Saufi sudah tiga kali membawa narkotika, yang pertama membawa narkotika jenis sabu ke Sabah, yang kedua membawa sabu sebanyak 7 kg ke Jakarta, dan yang ketiga saat ini membawa ekstasi dan sabu ke Jakarta," kata Eko, Jumat 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan pelaku mengaku mendapat perintah dari seorang bandar asal Negeri Jiran untuk membawa barang haram narkotika tersebut ke Jakarta dengan imbalan sebesar 50 ribu ringgit Malaysia atau setara Rp220 juta.

TAG:
#pilot malaysia
#narkoba
Berita Terkait
Gerebek 2 gudang narkoba di Bogor, polisi sita 1 juta butir obat keras
Gerebek 2 gudang narkoba di Bogor, polisi sita 1 juta butir obat keras
Gerebek 2 gudang narkoba di Bogor, polisi sita 1 juta butir obat keras
Gerebek 2 gudang narkoba di Bogor, polisi sita 1 juta butir obat keras
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Misteri kematian Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus, keluarga resmi laporkan ke Polisi
Ini motif dan kronologi pembunuhan bos konter Ambarawa
Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Mengenal Dody Chen yang lebih disapa Koko DC  : MC Legend Multitalenta Asal Palembang dengan Pengalaman 20 Tahun dan Skill Tiga Bahasa
Indeks Berita