5 Langkah Strategis dari DPC LSM Maung Kota Tasikmalaya Agar Bibit Atlet PASI Cup 2026 Terus Dibina 

5 Langkah Strategis dari DPC LSM Maung Kota Tasikmalaya Agar Bibit Atlet PASI Cup 2026 Terus Dibina 
 
BOGOR RAYA
Sabtu, 03 Okt 2026  21:48

Bogor - Aliansinews id. DPC LSM Maung Kota Tasikmalaya memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Atletik PASI Cup 2026 yang resmi dibuka di Stadion Wiradadaha, Sabtu, 3 Oktober 2026. 

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Oktober 2026, ini diikuti oleh sekitar 510 atlet putra dan putri dari berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, mahasiswa, kategori umum, hingga komunitas.

Nomor yang dipertandingkan mencakup lari, estafet, dan tolak peluru untuk kategori putra maupun putri. Ketua PASI Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa PASI Cup bukan sekadar ajang perlombaan semata, melainkan bagian integral dari proses pembinaan, penjaringan bibit atlet potensial, serta evaluasi hasil latihan yang telah dilakukan.

Arah tersebut dinilai sangat positif dan patut didukung sepenuhnya oleh DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya. Namun demikian, ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama:

JANGAN SAMPAI SETELAH PIALA DIBAGIKAN, PEMBINAAN BERHENTI DI TEMPAT.

Kejuaraan harus menjadi pintu masuk menuju pembinaan yang berkelanjutan, bukan sekadar garis akhir perjalanan atlet.
  
DARI 510 PESERTA, HARUS ADA SISTEM PENJARINGAN YANG JELAS

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, berharap PASI Cup dapat melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang mampu membawa nama Kota Tasikmalaya bersinar di tingkat nasional maupun internasional. Harapan ini sangat relevan dan selaras dengan tujuan pembinaan olahraga daerah.

Namun untuk mewujudkannya, dibutuhkan sistem yang terstruktur dan berkelanjutan. DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya mendesak agar data hasil PASI Cup 2026 tidak sekadar berhenti di papan skor. Ada pertanyaan mendasar yang harus dijawab:

- Siapa yang mencatatkan waktu terbaik?
- Siapa yang menunjukkan potensi berdasarkan kelompok usia?
- Siapa yang berhak mendapatkan program latihan lanjutan?
- Dukungan fasilitas, nutrisi, dan pembinaan apa yang mereka butuhkan?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah fondasi utama jika Kota Tasikmalaya ingin membangun prestasi atletik secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

5 LANGKAH STRATEGIS AGAR PASI CUP BERDAMPAK JANGKA PANJANG

1. Bangun Basis Data Atlet Kota Tasikmalaya
Setiap peserta yang menunjukkan potensi perlu memiliki rekam jejak prestasi yang terukur dan terdokumentasi. Catatan waktu, nomor pertandingan, usia, perkembangan prestasi, dan riwayat kejuaraan harus menjadi basis data pembinaan yang terus diperbarui. Dengan demikian, pembinaan tidak selalu dimulai dari nol setiap kali ada kejuaraan.

2. Bentuk Jalur Pembinaan Berjenjang
Atlet berbakat dari lingkungan pelajar harus memiliki jalur yang jelas dan berkesinambungan:
Sekolah → Klub/PASI → Pembinaan Kota → Provinsi → Nasional

Talenta yang ditemukan pada PASI Cup wajib mendapatkan kesempatan untuk terus berkembang melalui program latihan terarah dan kompetisi berikutnya.

3. Perkuat Sinergi Pemkot, PASI, Sekolah, dan Dunia Usaha
Pembinaan olahraga membutuhkan dukungan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya mendorong kolaborasi nyata antara Pemerintah Kota, PASI, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas. Dukungan tidak harus selalu berupa dana tunai, namun dapat berupa:

- fasilitas latihan yang terjangkau;
- perlengkapan olahraga yang memadai;
- beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi;
- dukungan transportasi ke lokasi pertandingan;
- program nutrisi atlet;
- peningkatan kualitas pelatih;
- pemusatan latihan yang terjadwal;
- hingga jaminan pendidikan bagi atlet.

4. Pastikan Fasilitas Olahraga Terawat dan Berkualitas
Prestasi atlet tak lepas dari kualitas sarana latihan yang tersedia. PASI Cup 2026 berlangsung di Stadion Wiradadaha — dan momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa fasilitas olahraga harus dirawat dan ditingkatkan secara bertahap. Sebelumnya, kondisi stadion ini juga telah menjadi perhatian publik terkait sejumlah pembenahan yang diperlukan, dan Pemkot telah menyampaikan rencana revitalisasi melalui berbagai skema pendanaan. Jangan hanya membangun acara yang megah, bangun pula tempat lahirnya prestasi yang layak dan berkelanjutan.

5. Ukur Keberhasilan Berdasarkan Prestasi yang Berkelanjutan
Keberhasilan PASI Cup tidak boleh hanya diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan upacara pembukaan. Indikator yang lebih substansial harus ditetapkan:

- Berapa atlet potensial yang teridentifikasi?
- Berapa yang masuk ke dalam program pembinaan lanjutan?
- Berapa yang mampu memecahkan rekor pribadi mereka?
- Berapa yang naik ke kancah provinsi, nasional, bahkan internasional?

Dengan indikator yang jelas, masyarakat dapat melihat bahwa anggaran dan energi yang dikeluarkan untuk olahraga benar-benar menghasilkan dampak jangka panjang bagi Kota Tasikmalaya.

OLAHRAGA BUKAN HANYA SOAL MEDALI

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya memandang olahraga memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar kemenangan di atas lintasan. Olahraga adalah sarana pembentukan karakter: membangun disiplin, ketekunan, sportivitas, kesehatan, mental kompetitif, semangat kerja sama, dan integritas.

Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam pembukaan PASI Cup bahwa olahraga membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan berkarakter.

Investasi di bidang olahraga pada hakikatnya adalah investasi terhadap kualitas generasi muda Kota Tasikmalaya. Kita tidak hanya membutuhkan atlet yang mampu berlari paling cepat — kita membutuhkan generasi muda yang mampu berjuang dengan disiplin, menang dengan rendah hati, kalah dengan sportif, dan bangkit kembali setelah mengalami kegagalan.
  
DPC LSM MAUNG KOTA TASIKMALAYA MENDORONG PENYUSUNAN ROADMAP PEMBINAAN

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama PASI Kota Tasikmalaya untuk menyusun Peta Jalan Pembinaan Atletik Kota Tasikmalaya yang terukur dan berkelanjutan. Dokumen ini idealnya memuat:

1. basis data atlet berbasis usia dan prestasi;
2. pemetaan cabang dan nomor lomba yang memiliki potensi unggul;
3. program pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang;
4. peningkatan kualitas dan sertifikasi pelatih;
5. pemeliharaan dan peningkatan kualitas fasilitas olahraga;
6. dukungan pendidikan dan kesejahteraan bagi atlet berprestasi;
7. kalender kompetisi yang berkelanjutan;
8. mekanisme evaluasi prestasi setiap tahun;
9. transparansi penggunaan anggaran pembinaan olahraga;
10. target prestasi yang realistis dan dapat diukur secara berkala.

Dengan demikian, PASI Cup tidak hanya melahirkan juara hari ini, tetapi membuka jalan bagi prestasi Tasikmalaya yang gemilang di masa depan.

DASAR HUKUM DAN LANDASAN KEBIJAKAN:

UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan: Mengatur penyelenggaraan keolahragaan nasional, termasuk sistem pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di daerah.

UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah: Menetapkan urusan pemerintahan daerah di bidang kepemudaan dan olahraga, termasuk kewenangan perencanaan dan penganggarannya.

Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya terkait Pembinaan Pemuda dan Olahraga: Menjadi landasan penyusunan program dan alokasi anggaran pembinaan olahraga di daerah.

Pembinaan atlet bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
  
SIKAP RESMI DPC LSM MAUNG KOTA TASIKMALAYA:

1. Mengapresiasi PASI Kota Tasikmalaya atas penyelenggaraan PASI Cup 2026 yang berjalan lancar dan diikuti ratusan atlet.

2. Mendukung komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi daerah.

3. Mendorong agar 510 peserta PASI Cup 2026 dimasukkan ke dalam basis data pembinaan atletik Kota Tasikmalaya.

4. Menuntut adanya program tindak lanjut yang jelas bagi atlet potensial setelah kejuaraan selesai.

5. Mendesak transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program serta anggaran pembinaan olahraga daerah.

6. Mendorong peningkatan kualitas fasilitas latihan dan kompetisi secara bertahap dan berkelanjutan.

7. Mengajak dunia usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk bergabung membangun ekosistem dukungan bagi atlet Tasikmalaya.

Prestasi tidak lahir dalam satu malam. Medali yang terlihat berkilau di podium adalah hasil dari jam-jam latihan yang sering kali tak terlihat oleh siapa pun. Karena itu, setelah PASI Cup 2026 selesai, pekerjaan sesungguhnya justru baru saja dimulai.

Dari 510 peserta hari ini, mudah-mudahan lahir atlet-atlet yang kelak membanggakan Tasikmalaya di kancah Jawa Barat, nasional, bahkan internasional. Namun hal itu hanya akan terwujud jika talenta mereka ditemukan, dicatat, dibina, didampingi, dan diberi kesempatan untuk terus berkembang.

PASI CUP JANGAN HANYA MELAHIRKAN JUARA. JADIKAN IA PINTU MASUK MENUJU EKOSISTEM PEMBINAAN ATLETIK YANG BERKELANJUTAN.

Membangun prestasi olahraga bukan sekadar mengejar medali — itu adalah upaya membangun manusia dan masa depan Kota Tasikmalaya yang lebih baik.

(Yogi/Team)

TAG:
#
Berita Terkait
Keadilan Tidak Boleh Menunggu Terlalu Lama - Maung & Rajawali KPK Harus Segera Selesaikan Kasus Mempawah dan Ria Norsan
Keadilan Tidak Boleh Menunggu Terlalu Lama - Maung & Rajawali KPK Harus Segera Selesaikan Kasus Mempawah dan Ria Norsan
Keadilan Tidak Boleh Menunggu Terlalu Lama - Maung & Rajawali KPK Harus Segera Selesaikan Kasus Mempawah dan Ria Norsan
Keadilan Tidak Boleh Menunggu Terlalu Lama - Maung & Rajawali KPK Harus Segera Selesaikan Kasus Mempawah dan Ria Norsan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Investigasi Dugaan Pertalite Tak Sesuai Peruntukan di SPBN Cikahuripan Berujung Intimidasi
Kasus Mangrove 400 Hektar di Kubu Raya, DPD Rajawali Kubu Raya: Polda Kalbar Diminta Usut Tuntas Secara Transparan
Pendekatan Prajurit Berbuah Kepercayaan, Masyarakat Sukarela Serahkan 75 Senjata
Polsek cigudeg, Jum'at Berkah membagikan paket  Nasi, ayam gratis kepada masyarakat
Keadilan Tidak Boleh Menunggu Terlalu Lama - Maung & Rajawali KPK Harus Segera Selesaikan Kasus Mempawah dan Ria Norsan
Indeks Berita