Buntut komentar sadis 'potong urat nadi' ke pasien BPJS, nakes Widhiyarini Pangestika minta maaf

Buntut komentar sadis 'potong urat nadi' ke pasien BPJS, nakes Widhiyarini Pangestika minta maaf
Foto: Nakes komentar sadis ke pasien BPJS Kesehatan.
PERISTIWA
Rabu, 05 Agu 2026  19:07

Tenaga kesehatan (nakes) bernama Widhiyarini Pangestika akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, viral di media sosial. 

Komentar Widhiyarini Pangestika menuai kecaman publik karena dinilai tidak berempati, terlebih setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Apa yang disampaikan Widhiyarini?

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Widhiyarini mengawali pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Berikut pernyataan permintaan maaf nakes yang memberi komentar sadis ke pasien BPJS Kesehatan. 

Akhirnya minta maaf

"Assalamualaikum wr. wb, saya Widhiyarini Pangestika. Dengan kerendahan hati saya, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Almarhum Yurizal. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan," tulis Widhiyarini, dikutip Rabu (5/8/2026).

Dia kemudian mengakui komentarnya telah melukai perasaan keluarga dan tidak mencerminkan sikap seorang tenaga kesehatan.

"Saya mengakui komentar saya tidak pantas dan tidak menunjukkan etika, empati maupun profesionalisme sebagai seorang tenaga kesehatan," ujarnya.

Widhiyarini juga meminta maaf kepada keluarga almarhum atas komentarnya yang dinilai memperparah kesedihan di tengah suasana duka.

Selain itu, dia turut menyampaikan permohonan maaf kepada instansi tempatnya bekerja karena tindakannya berdampak pada citra profesi tenaga kesehatan dan menurunkan kepercayaan masyarakat.

"Saya menyesal atas perbuatan yang telah saya lakukan, saya berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut dan akan menjaga sikap, tutur kata, serta perilaku saya. Saya berharap keluarga berkenan memberikan maaf atas kekhilafan yang telah saya lakukan," tulisnya.

Komentar `potong rrat nadi` tuai kecaman

Nama Widhiyarini menjadi sorotan setelah tangkapan layar komentarnya terhadap unggahan Yurizal beredar luas di media sosial.

Saat itu, Yurizal mengeluhkan harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada sinis dari sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan.

Komentar Widhiyarini menjadi salah satu yang paling menuai kecaman. Dia menuliskan kalimat, `Potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan`.

Selain itu, akun lain bernama @nandafadyla_ juga ikut disorot setelah menuliskan komentar, "Bacot nih pasien."

Tak lama setelah komentar-komentar tersebut viral, Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka diumumkan oleh sepupunya, Hilda Aprianti, melalui media sosial.

Kepergian Yurizal membuat unggahan lama beserta komentar para tenaga kesehatan kembali menjadi sorotan publik.

Banyak warganet menilai komentar tersebut tidak mencerminkan empati dan bertentangan dengan etika profesi kesehatan.

TAG:
#nakes
#pasien
#bpjs
#viral
Berita Terkait
Sekelompok emak-emak berjilbab minta maaf setelah video pesta bir viral
Sekelompok emak-emak berjilbab minta maaf setelah video pesta bir viral
Sekelompok emak-emak berjilbab minta maaf setelah video pesta bir viral
Sekelompok emak-emak berjilbab minta maaf setelah video pesta bir viral
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Mengenal Dody Chen yang lebih disapa Koko DC  : MC Legend Multitalenta Asal Palembang dengan Pengalaman 20 Tahun dan Skill Tiga Bahasa
BPAN-LAI Sumsel Minta BPTD Sumsel Buka Pengelolaan Anggaran DIPA Rp118,58 Miliar
BPAN-LAI Sumsel Minta Klarifikasi Anggaran Honorarium Ustadz dan Ustadzah Rp17,2 Miliar di Pemkot Palembang
Indeks Berita