Salah satunya anak anggota dewan, sanksi berat menanti dokter dan nakes komentar sadis ke pasien BPJS

Sanksi membayangi tenaga kesehatan yang diduga menghina pasien BPJS Kesehatan melalui media sosial.
Kasus ini mencuat setelah keluhan seorang pasien yang mengaku menunggu kamar rawat inap selama 8 jam justru dibalas komentar bernada menghina oleh sejumlah tenaga kesehatan (nakes).
Peristiwa tersebut memicu perhatian publik setelah pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan dikabarkan meninggal dunia.
Sejak itu, unggahan lama yang berisi keluhannya kembali ramai diperbincangkan dan mendorong berbagai lembaga profesi serta regulator kesehatan melakukan penelusuran.
Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan proses investigasi masih berlangsung.
Jika terbukti melanggar etik maupun disiplin profesi, para tenaga kesehatan yang terlibat dapat dikenai berbagai bentuk sanksi, mulai dari pembinaan hingga penonaktifan surat tanda registrasi (STR).
Salah satunya anak anggota DPRD
Salah seorang yang komentar dengan kalimat ketus dan kasar adalah seorang wanita berinisial NZ, staf RSUD Tasikmalaya.
"Yuris org miskin harta miskin akal tp pgn di istimewain... LO G*BL*K BANYAK B*C*T," tulis NZ dalam tersebut.
Seiring mengalirnya kecaman, tabir identitas NZ perlahan terkuak.
Usut punya usut, NZ merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya—rumah sakit rujukan utama tipe B di kawasan Priangan Timur.
Lebih mengejutkan lagi, wanita tersebut ternyata putri sulung dari Ade Lukman, seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya.
Kehancuran hati sang ayah
Kenyataan pahit ini menjadi pukulan telak bagi sang ayah.
Sebagai wakil rakyat, Ade Lukman tak mampu menyembunyikan rasa malu dan penyesalannya atas kelakuan sang anak yang mencoreng perasaan masyarakat kecil.
Dengan nada suara bergetar, Ade menyampaikan permohonan maaf terbuka atas perbuatan putrinya yang dinilai sangat nir-empati tersebut.
"Oh, yang di rumah sakit benar anak saya. Bahkan saya kaget, seperti tersedak, dan terpukul sekali sebagai orang tua. Rasanya seperti mau menangis mendengarnya," ucap Ade Lukman mengungkapkan rasa syoknya.
Bukan nakes, tapi merusak citra rumah sakit
Penjelasan resmi turut disampaikan oleh Direktur Utama RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi.
Ia mengklarifikasi kekeliruan persepsi publik yang sempat mengira NZ adalah seorang tenaga kesehatan (nakes).
NZ sebenarnya bertugas di bagian administrasi pelayanan.
Meski bukan seorang nakes, manajemen RSUD menarik garis tegas.
Tindakan NZ dinilai telah menghancurkan reputasi rumah sakit yang telah dibangun dengan susah payah.
Pihaknya bergerak cepat melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan melaporkan kasus ini ke instansi berwenang.












