Terjadi lagi keracunan MBG, kali ini korbannya 181 penerima manfaat di Palupuh - Agam, Sumbar

Terjadi lagi keracunan MBG, kali ini korbannya 181 penerima manfaat di Palupuh - Agam, Sumbar
Foto: Korban keracunan MBG di Palupuh, Agam, dirawat di RS. (ist)
DAERAH
Kamis, 03 Sep 2026  12:10

Sebanyak 181 penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) di Kanagarian Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program tersebut.

Para penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), termasuk sejumlah guru.

Keluhan yang dirasakan, antara lain sakit kepala, sakit perut, mual, hingga demam. Dari 181 orang tersebut, dua orang dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, penerima manfaat lainnya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di fasilitas kesehatan setempat, termasuk Puskesmas Palupuh.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan sejak Senin (31/8/2026) sore. Jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kemudian bertambah hingga kejadian tersebut diketahui secara luas pada Rabu (2/9/2026).

Walinagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Novri Agus Prata, mengatakan pihaknya prihatin dengan kondisi para penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Sebanyak 181 orang dilarikan ke puskesmas akibat diduga memakan MBG dan saat ini mendapatkan tindakan di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam. Sementara pihak walinagari meminta pihak yayasan MBG agar makanan tersebut dilakukan uji laboratorium,” ungkap Novri, Kamis (3/9/2026).

Menurut Novri, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah makanan yang didistribusikan melalui program MBG berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Pemerintah Kabupaten Agam kemudian turun ke lapangan untuk memastikan kondisi para penerima manfaat sekaligus menelusuri dugaan sumber gangguan kesehatan tersebut.

Pemerintah daerah memastikan penerima manfaat yang mengalami keluhan mendapatkan pelayanan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan penanganan medis secara optimal.

“Kami sudah langsung turun ke lapangan untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan mendapat penanganan medis yang optimal,” ujar Muhammad Iqbal melalui keterangannya via WhatsApp, Kamis (3/9/2026).

Selain memastikan penanganan medis, pemerintah daerah bersama instansi terkait menelusuri makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dan pendistribusian makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh dihentikan sementara mulai Rabu (2/9/2026).

Penghentian sementara dilakukan hingga hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Sumatera Barat keluar.

Kepolisian juga mendatangi dapur SPPG Pasia Laweh untuk menelusuri dugaan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Petugas mengambil sejumlah sampel makanan dari dapur SPPG Pasia Laweh. Sampel tersebut selanjutnya diperiksa oleh Balai POM Sumatera Barat.

Kepolisian menegaskan penghentian sementara operasional dapur SPPG dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.

Pemeriksaan sampel makanan menjadi bagian dari penelusuran untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan sejumlah penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan dalam waktu berdekatan.

Hingga Kamis, Pemerintah Kabupaten Agam bersama kepolisian dan instansi terkait masih memantau kondisi para penerima manfaat.

Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami 181 penerima manfaat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Sumatera Barat serta keterangan medis dari fasilitas kesehatan yang menangani mereka.

TAG:
#keracunan mbg
#sppg
#mbg
#agam
#sumbar
Berita Terkait
Dinilai tidak layak, siswa tidak mau makan menu MBG dari SPPG Sukamaju di Garut
Dinilai tidak layak, siswa tidak mau makan menu MBG dari SPPG Sukamaju di Garut
Dinilai tidak layak, siswa tidak mau makan menu MBG dari SPPG Sukamaju di Garut
Dinilai tidak layak, siswa tidak mau makan menu MBG dari SPPG Sukamaju di Garut
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Tanggap Karhutla, Satgas Aman Nusa II Tuntaskan Pemadaman di Ogan Ilir
Abaikan Aturan dan Ujian Kompetensi, Penunjukan Camat Gelumbang Muara Enim Picu Ancaman Gugatan PTUN
Koster Bongkar Vila di Kawasan Hutan, Pesannya Tegas: Jangan Main-Main dengan Aturan Bali
HARI KEDUA OPERASI SAR, MENGERAHKAN SRU LAUT DAN UDARA
Warga Gunung Dahu Bangkitkan Kembali Jiwa Gotong-Royong, Laksanakan Bersih-Bersih lingkungan 
Indeks Berita