Gegara cekcok suami istri, 11 rumah di Lubuklinggau kebakaran

Novi dan Annisa syok melihat rumahnya terbakar imbas pertengkaran pasangan suami istri tetangganya pada Jumat (17/7/2026) malam.
Sebanyak 11 rumah hangus dalam kebakaran di Jalan Maluku, RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan itu.
Hingga Sabtu (18/7/2026) pagi, asap tipis masih membumbung dari puing-puing rumah yang hangus.
Sejumlah warga tampak menyusuri tumpukan seng yang melengkung dan kayu yang menghitam untuk mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Mereka membongkar sisa rumah dengan tangan kosong dan sesekali memandangi lokasi yang selama puluhan tahun menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Kini, yang tersisa hanya abu dan kenangan.
Novi mengatakan peristiwa itu diduga dipicu pertengkaran tetangga mereka.
Menurut keduanya, kejadian tersebut menjadi pelajaran agar persoalan pribadi tidak sampai merugikan warga lain.
“Kami minta pelaku diproses seadil-adilnya. Kami tidak punya tempat tinggal lagi, semua habis. Baju, perabot, surat-surat penting, tidak ada yang bisa diselamatkan," kata Novi lirih sambil menahan air mata.
Kebakaran 11 rumah di permukiman padat penduduk RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, diduga dipicu perselisihan rumah tangga antara Sarif dan istrinya, Wulan.
Seusai cekcok, Sarif diduga menyiramkan bensin ke rumahnya lalu membakarnya.
"Awalnya karena pasangan suami istri bertengkar dan diduga terjadi KDRT. Setelah itu, Sarif membawa bensin lalu membakar rumahnya sendiri," kata Ketua RT 04 Kelurahan Jawa Kanan SS Ali Lukman.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah tetangganya yang saling bedekatan.
Warga yang panik berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) kemudian tiba di lokasi dan berupaya menjinakkan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dengan mengumpulkan bukti dan keterangan sejumlah saksi, termasuk mendalami dugaan unsur kesengajaan.
Akibat kebakaran tersebut, puluhan warga kehilangan tempat tinggal.
Korban berharap bantuan segera datang agar mereka dapat membangun kembali rumah dan menata kehidupan yang berubah seketika akibat kebakaran tersebut.












