MK larang sisa kuota internet dihanguskan, operator diminta segera ubah sistem layanan

MK larang sisa kuota internet dihanguskan, operator diminta segera ubah sistem layanan
Foto: Menkomdigi, Meutya Hafid.
EKONOMI
Sabtu, 25 Jul 2026  23:27

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyambut baik Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang menyatakan sisa kuota internet yang telah dibeli konsumen tidak boleh dihanguskan secara sepihak oleh operator telekomunikasi.

Oleh meminta agar operator seluler segera menyesuaikan sistem dan mekanisme layanan mereka dengan putusan tersebut.

“Operator telekomunikasi harus segera menyesuaikan sistem dan mekanisme layanannya dengan putusan MK. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena sisa kuota yang telah dibeli tiba-tiba hangus tanpa perlindungan yang jelas,” ujar Oleh dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, putusan tersebut sangat berarti bagi masyarakat karena memberikan perlindungan terhadap hak konsumen atas kuota internet yang telah dibeli dan dibayar secara sah.

“Putusan MK ini sangat berarti bagi masyarakat. Selama ini, masyarakat sering dirugikan dengan hangusnya sisa kuota internet yang sudah mereka beli. Walaupun sisa kuota tersebut mungkin tidak memberikan keuntungan bagi operator, tetapi bagi masyarakat tetap memiliki nilai dan merupakan hak yang telah dibayar,” ujar Oleh.

Ia menjelaskan, MK telah menegaskan bahwa kuota internet merupakan benda tidak berwujud yang di dalamnya melekat hak milik pribadi. Karena itu, negara wajib memberikan perlindungan terhadap hak tersebut.

Oleh menilai, putusan MK juga menegaskan bahwa sisa kuota internet memiliki nilai ekonomi karena diperoleh melalui pembayaran yang sah kepada operator telekomunikasi.

Oleh sebab itu, penghangusan sisa kuota secara sepihak tanpa perlindungan yang memadai tidak dapat dibenarkan.

“Ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak konsumen. Masyarakat telah membayar untuk mendapatkan layanan internet, sehingga hak atas sisa kuota tersebut tidak boleh begitu saja dihapus secara sepihak,” katanya.

Sebelumnya,  Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang mewajibkan operator seluler menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota internet pelanggan tetap aktif dan dapat digunakan hingga habis.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, pemerintah akan mempelajari putusan MK sebagai dasar untuk menyesuaikan regulasi yang berlaku.

"Kami menyambut baik putusan MK. Hari ini, kami telah memerintahkan tim untuk mengkaji implikasi putusan tersebut, termasuk jika dibutuhkan penyesuaian regulasi dalam memenuhi putusan MK," kata Meutya dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Meutya menegaskan, komitmennya untuk mengawal implementasi putusan tersebut agar hak-hak masyarakat sebagai konsumen terlindungi dengan baik, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan investasi dan kualitas jaringan telekomunikasi di Tanah Air.

TAG:
#kuota internet
#komdigi
#mahkamah konstitusi
#dpr
Berita Terkait
Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5 Dirilis Pemerintah, Ini Rinciannya
Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5 Dirilis Pemerintah, Ini Rinciannya
Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5 Dirilis Pemerintah, Ini Rinciannya
Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5 Dirilis Pemerintah, Ini Rinciannya
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kepala Rumah Tangga eks Jampidsus meninggal misterius, polisi lakukan penyelidikan
Anggun dan Agnez Mo bintangi serial Hollywood 'Reacher Season 4'
Anomali musim kemarau: Banjir terjang Aceh Utara, 4 jembatan hanyut
Berawal dari warung nasi uduk, bentrokan warga di Menteng makan korban 1 tewas
Tragedi main hakim sendiri di Tabanan Bali, Bupati minta masyarakat hormati proses hukum
Indeks Berita