12 anak jadi korban pencabulan guru Pramuka di Tangerang

12 anak jadi korban pencabulan guru Pramuka di Tangerang
Foto: Seorang guru pramuka berinisial DR (26) sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur, Selasa, 9 Juni 2026.
PPA & TPPO
Rabu, 10 Jun 2026  04:10

Kasus dugaan pencabulan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, bertambah. Jumlah korban yang semulanya dilaporkan sembilan orang, kini menjadi 12 anak. 

Kepala Satuan Reserse Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Septa Badoyo mengatakan pihaknya telah menetapkan seorang guru pramuka berinisial DR (26) sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

"Untuk saat ini pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita lakukan penahanan sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan," ujar Septa, Selasa (9/6/2026).

Septa menjelaskan, DR yang merupakan guru pramuka sekaligus wali murid para siswa melakukan aksi pencabulannya dengan modus bujuk rayu para korban serta ancaman menggunakan relasi kuasanya sebagai tenaga pendidik.

"Untuk modusnya sendiri kalau kita lihat dari hasil pemeriksaan memang ada sedikit ancaman, kemudian ada juga sedikit bujuk rayu, jadi semua terkalibrasi di situ dan juga tentunya ada kesempatan," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang guru ekstrakurikuler pramuka sekolah dasar (SD) berinisial DR (26) di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten dihajar massa lantaran dituduh melakukan pencabulan terhadap sembilan siswanya.

Berdasarkan video amatir yang beredar, awalnya sejumlah warga menggeruduk rumah keluarga korban yang dijadikan tempat pertemuan antara terduga pelaku dengan pihak korban di Kecamatan Sukadiri, pada Selasa (2/6/2026).

Di dalam rumah itu, DR dimintai klarifikasi oleh warga dan keluarga korban terkait dugaan perbuatannya.

Ratusan warga menunggu hasil pertemuan di luar rumah. Situasi semakin memanas saat DR hendak dibawa ke kantor polisi.

Para warga langsung mengejar DR yang saat itu dalam perlindungan petugas. 

Massa melampiaskan emosinya dengan menyerang DR. Mobil polisi turut menjadi objek amukan.

Bahkan, beberapa warga sempat cekcok dengan polisi yang mencoba mengadang warga.

TAG:
#pencabulan
#guru
#tangerang
Berita Terkait
Terjadi Lagi, Guru Kaligrafi Pesantren Cabuli 7 Santri Laki-Laki
Terjadi Lagi, Guru Kaligrafi Pesantren Cabuli 7 Santri Laki-Laki
Terjadi Lagi, Guru Kaligrafi Pesantren Cabuli 7 Santri Laki-Laki
Terjadi Lagi, Guru Kaligrafi Pesantren Cabuli 7 Santri Laki-Laki
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Sejumlah kasus lama mandek, KPK bakal gandeng Polri dan Kejagung
Maung Kawal Prediksi Rupiah Tembus Rp19.000: Jangan Biarkan Rakyat Beban Biaya Hidup Semakin Berat
Frasa '2 orang Kolonel usulan AHY' dalam korupsi MBG, begini kata Demokrat
Suap untuk 'jaga hubungan baik' dalam kasus Bupati Muara Enim 
Bansos berupa barang akan diganti transfer tunai Rp5,4 Juta per orang
Indeks Berita