Dea Nabila, anak pasangan anggota DPRD Katingan dan Kades, di pusaran bisnis haram narkoba

Dea Nabila, anak pasangan anggota DPRD Katingan dan Kades, di pusaran bisnis haram narkoba
Foto: Dea Nabila. (Dok. istimewa)
HUKUM
Jumat, 17 Jul 2026  13:23

Penyidik Bareskrim Polri mulai mengungkap peran masing-masing tersangka dalam kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Dea Nabila alias Dea. Sosok ini sebelumnya sempat disebut dalam rangkaian pemeriksaan terhadap lingkar terdekat para pelaku, namun kini dipastikan masuk dalam daftar sembilan tersangka yang telah diamankan aparat.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebut Dea diduga berperan membawa senjata api rakitan dan memprovokasi warga saat terjadi penyerangan terhadap petugas.

"Dea Nabila alias Dea dan Isnan Melani Pebriansyah alias Roby membawa senjata api rakitan serta memprovokasi warga," kata Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Anak anggota dewan dan Kades Tumbang Marak

Dea, sejauh ini menjadi tersangka perempuan satu-satunya di ranah tindak pidana terkait narkoba dalam tragedi penggerebekan yang membuat tiga anggota Saresnarkoba Polres Katingan gugur tersebut.

Sosok Dea menarik perhatian, karena disebut anak pasangan orang cukup terpandang di Katingan, yaitu ayahnya anggota DPRD Kabupaten Katingan berinisal G dan ibunya Kepala Desa (Kades) Tumbang Marak inisial AS.

Salah seorang warga Desa Tumbang Marak yang enggan disebutkan namanya membenarkan informasi tersebut.

“Benar, Dea anak anggota dewan dan Ibu Kades. Dea ini juga sudah lama diketahui menjadi pengedar narkoba,” ujarnya.

Warga tersebut juga membenarkan bahwa Dea adalah pacar Bio, salah satu bandar narkoba dan pelaku utama dalam tragedi itu.

“Ada hubungan spesial, pacarnya gitu lah. Awal perkenalannya ya karena sama-sama berkecimpung di bisnis yang sama, yaitu narkoba,” jelasnya.

Bahkan, menurutnya, setelah terjadinya tragedi itu, Bio dkk sempat beberapa hari berada di Tumbang Marak.

“Kemungkinan besar pelarian para pelaku itu dirancangnya di sini (Tumbang Marak), sebelum akhirnya tertangkap,”  kata dia.

Warga tersebut juga membenarkan, SA ibunya Dea dan N kakaknya telah diperiksa Polda Kalteng, namun status mereka hingga kini belum diketahui.

“Informasinya hasil tes urine SA ya begitu lah, tapi kurang tahu apakah jadi tersangka atau tidak. Kakaknya kita juga belum tahu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, AliansiNews belum berhasil mendapat konfirmasi dari G maupun AS., namun AliansiNews membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab atau klarifikasi, baik oleh G dan AS langsung maupun perwakilannya.

TAG:
#katingan
#narkoba
#dea nabila
#tumbang marak
Berita Terkait
Aipda Yudhi gugur dalam penggerebekan bandar narkoba, Bareskrim turunkan tim ke Katingan
Aipda Yudhi gugur dalam penggerebekan bandar narkoba, Bareskrim turunkan tim ke Katingan
Aipda Yudhi gugur dalam penggerebekan bandar narkoba, Bareskrim turunkan tim ke Katingan
Aipda Yudhi gugur dalam penggerebekan bandar narkoba, Bareskrim turunkan tim ke Katingan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Jenazah Angelica korban pembunuhan WN Singapura tiba di Tegal
Jasad bayi dalam plastik ditemukan di Sungai Cipelang Sukabumi
Polisi gelar rekonstruksi pembunuhan Lutfiana di Kendal
Lindungi Wartawan, Rajawali Kalbar: Kasus Intimidasi di Bengkayang Jangan Redam Tanpa Hasil
‎PT Antam Tbk UBPE Pongkor operasi gabungan selama 3 hari
Indeks Berita