Kasus keracunan massal MBG di Sidoarjo, 80 Siswa masih dirawat

Kasus keracunan massal MBG di Sidoarjo, 80 Siswa masih dirawat
Foto: Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Tanggulangin yang diduga mengalami keracunan usai menyantap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
DAERAH
Rabu, 02 Sep 2026  22:48

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden keamanan pangan yang terjadi di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data pada Rabu (2/9/2026) pagi, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan.

Dari jumlah tersebut, 80 siswa masih menjalani rawat inap, 312 siswa telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sedangkan 120 siswa masih dalam tahap observasi.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kondisi para siswa yang terdampak. BGN juga memastikan proses penanganan kesehatan terus berjalan.

“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Ketut mengatakan BGN terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dan sejumlah pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap para siswa dilakukan secara menyeluruh.

BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak serta keluarga yang saat ini mendampingi mereka selama menjalani perawatan.

“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.

Investigasi

Selain memastikan penanganan kesehatan para siswa, proses investigasi terhadap insiden tersebut masih berlangsung.

Investigasi dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.

BGN menegaskan penanganan siswa yang terdampak menjadi perhatian utama, sedangkan proses investigasi tetap dilakukan secara menyeluruh dan bertanggung jawab.

“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat program makan bergizi gratis adalah prioritas kami,” tutur Ketut.

BGN memastikan penanganan insiden dilakukan secara serius dan tuntas. Langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat sekaligus memperkuat pengawasan dalam penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG).

TAG:
#keracunan mbg
#mbg
#sppg
#sidoarjo
#jatim
Berita Terkait
IWO temukan dapur MBG di bawah sarang walet dan dekat pemakaman di Pinrang, Sulsel
IWO temukan dapur MBG di bawah sarang walet dan dekat pemakaman di Pinrang, Sulsel
IWO temukan dapur MBG di bawah sarang walet dan dekat pemakaman di Pinrang, Sulsel
IWO temukan dapur MBG di bawah sarang walet dan dekat pemakaman di Pinrang, Sulsel
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Setiap Hari Ada Berita KKN, Tapi Yang Paling Utama Adalah Endingnya! MAUNG: Berapa yang Dituntaskan
Press Release KRYD Oktober 2026: Kapolres Simalungun Ungkap Tiga Kasus 3C, Pelaku Pencurian Diringkus hingga Labuhan Batu dan Batu Bara
Amanah yang Diemban! Rahmat dan Neneng Nulasari Siap Menjaga Kepercayaan Masyarakat Banten 
Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Pos Perumbang Satgas Yonarmed 13/Nanggala Gelar Kerja Bakti Bersama Siswa SDN 04 Kekurak
Proyek Jalan Rp19,1 Miliar Retak, DPD LSM MAUNG Riau: Jangan Hanya Ditambal, Bongkar dan Kerjakan Ulang 
Indeks Berita