Karhutla Kotawaringin Timur capai 285 hektare, kota Sampit diselimuti kabut asap

Karhutla Kotawaringin Timur capai 285 hektare, kota Sampit diselimuti kabut asap
Foto: Karhutla tak terkendali, kabut asap selimuti Kota Sampit.
PERISTIWA
Rabu, 29 Jul 2026  18:26

Tim gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalami kesulitan dalam upaya pemadaman akibat kondisi lahan gambut yang kering.

Minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran juga membuat proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas berlangsung lambat dan berat.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, luas lahan yang terbakar hingga hari ini telah mencapai 285 hektare dengan 123 titik api yang tersebar di berbagai wilayah.

Peningkatan jumlah kasus karhutla terjadi secara signifikan sepanjang Juli ini, seiring belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Akibatnya, kabut asap akibat dari karhutla ini telah menyelimuti wilayah perkotaan dan membuat jarak pandang bagi pengendara terbatas.

Jarak titik api yang cukup jauh dari sumber air turut memperberat kerja petugas di lapangan, karena dibutuhkan rangkaian selang air dalam jumlah besar untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Bahkan, sejumlah mesin pemadam dilaporkan mengalami kerusakan akibat dipaksa bekerja melebihi kapasitas normal.

Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam K Anwar, menjelaskan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut berbeda signifikan dibandingkan penanganan di areal tanah mineral yang relatif lebih mudah dipadamkan.

"Kalau di lahan gambut ini, api aktifnya itu ada di dalam tanah dan terus hidup serta bergerak," kata Multazam.

Multazam juga mengungkapkan pihaknya saat ini tidak dapat mengukur kualitas udara di Kotawaringin Timur lantaran alat indeks standar pencemaran udara (ISPU) sedang dalam kondisi rusak.

Padahal, alat tersebut memiliki peran penting untuk memantau apakah kondisi udara di wilayah tersebut masih aman atau justru sudah membahayakan kesehatan warga.

Guna meredam peningkatan karhutla, BPBD Kotawaringin Timur beserta unsur instansi lainnya terus berusaha untuk melokalisir lokasi kebakaran lahan agar tidak semakin meluas.

Selain itu pemerintah Kotawaringin Timur juga mengimbau agar masyarakat turut berperan dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

TAG:
#karhutla
#kotawaringin timur
#sampit
#kalteng
Berita Terkait
Banjir di Desa Pujon Das Sei-Kapuas Kecamatan Kapuas tengah Kabupaten Kapuas Kalteng
Banjir di Desa Pujon Das Sei-Kapuas Kecamatan Kapuas tengah Kabupaten Kapuas Kalteng
Banjir di Desa Pujon Das Sei-Kapuas Kecamatan Kapuas tengah Kabupaten Kapuas Kalteng
Banjir di Desa Pujon Das Sei-Kapuas Kecamatan Kapuas tengah Kabupaten Kapuas Kalteng
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Ini motif dan kronologi pembunuhan bos konter Ambarawa
Kebakaran Gunung Gede Pangrango, petugas dan relawan terus siaga
Reuni Akbar SD Erlxiao Palembang: Ajang Silaturahmi Lintas Kota & Bentuk Terima Kasih pada Para Guru
Mengenal Dody Chen yang lebih disapa Koko DC  : MC Legend Multitalenta Asal Palembang dengan Pengalaman 20 Tahun dan Skill Tiga Bahasa
BPAN-LAI Sumsel Minta BPTD Sumsel Buka Pengelolaan Anggaran DIPA Rp118,58 Miliar
Indeks Berita