Jembatan Cileungsi II Bogor amblas, jalur Bogor-Jakarta macet parah

Jembatan Cileungsi II Bogor amblas, jalur Bogor-Jakarta macet parah
Foto: Arus lalu lintas Jonggol-Jakarta macet parah hingga 2 km karena pembongkaran Jembatan Cileungsi II. (dok. istimewa)
DAERAH
Rabu, 26 Nov 2025  14:21

Proyek pembangunan Jembatan Cileungsi II di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik.

Konstruksi box culvert (beton gorong-gorong) di bagian dasar jembatan dilaporkan pecah, sehingga membahayakan pengguna jalan dan memicu kemacetan panjang menuju Jakarta pada Rabu (26/11/2025).

Berdasarkan pantauan di Jalan Raya Cileungsi pada Rabu pagi, arus kendaraan tampak padat merayap. Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraannya karena area proyek kembali dibongkar oleh para pekerja.

Pembongkaran ulang ini terpaksa dilakukan karena struktur jembatan mengalami amblas. Konstruksi box culvert diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga tak mampu menahan beban kendaraan besar yang melintas setiap harinya.

Akibatnya, satu unit box penopang di dasar jembatan pecah dan mengganggu stabilitas struktur secara keseluruhan.

Pihak pelaksana proyek kini tengah melakukan pembongkaran total dan merencanakan penggantian seluruh box culvert untuk mencegah risiko kecelakaan.

Jembatan Cileungsi II merupakan infrastruktur vital di kawasan timur Kabupaten Bogor. Jembatan ini menjadi akses utama warga menuju Jakarta dan Cibubur, serta jalur logistik penting yang menghubungkan kawasan industri dengan permukiman.

Dampak dari kerusakan ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Kemacetan panjang tak terhindarkan, membuat para sopir truk angkutan barang merasa sangat dirugikan.

Komandan Pos Dishub Wilayah Cileungsi Hamdani membenarkan bahwa kemacetan parah dipicu oleh pengerjaan ulang konstruksi jembatan tersebut.

"Macet diakibatkan pembongkaran berulang. Informasi dari pimpinan proyek, ada keretakan di bawah jembatannya. Arus lalu lintas terhambat dari arah Jonggol menuju Jakarta sekitar dua kilometer," jelas Hamdani.

Hamdani menambahkan, pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan. Meski demikian, volume kendaraan yang tinggi membuat jalur dari arah Jonggol tetap menjadi titik terpadat.

Sebagai informasi, proyek pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp 1,336 miliar ini adalah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tujuannya adalah memperkuat konektivitas antardaerah, mengurangi risiko banjir dan kemacetan, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Proyek ini sejatinya dijadwalkan rampung pada 26 September 2025 setelah dimulai sejak 22 Agustus 2025 lalu. Namun, kerusakan struktur yang terjadi memaksa pembangunan kembali ke tahap awal dan molor dari target yang ditetapkan.

TAG:
#jembatan cileungsi ii
#cileungsi
#bogor
#jakarta
Berita Terkait
Hujan deras dan angin kencang di Bogor akibatkan rumah rusak hingga longsor
Hujan deras dan angin kencang di Bogor akibatkan rumah rusak hingga longsor
Hujan deras dan angin kencang di Bogor akibatkan rumah rusak hingga longsor
Hujan deras dan angin kencang di Bogor akibatkan rumah rusak hingga longsor
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Didirikan 1979, ini sejarah Yayasan Sekolah Harapan Ibu, tempat ditemukannya ratusan senjata
Polisi segera bongkar makam Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsua untuk ungkap penyebab kematiannya
Drag Race maut Kotamobagu Sulut, mobil tabrak penonton dan tewaskam 7 orang
Kisah kejujuran kurir Syarif: Kembalikan uang Rp 92 Juta yang salah transfer
Riau 69 Tahun: Kaya Sumber Daya, Miskin Tata Kelola?
Indeks Berita