Desa Bantar karet Sudah di Mulai Dayeuh Pajajaran Dana Dari Bankue

Bogor - Aliansinews id. Pemdes Desa Bantar karet Baru di Mulai membangun bernama Dayeuh Pajajaran, Pembangunan yang mengusung konsep ekowisata dengan ikon bambu ini kini telah mencapai 80%.
Sekdes Desa Bantar karet, H Sasra menjelaskan pembangunan Dayeuh Pajajaran dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi bagi warga.
“Konsepnya Dayeuh Pajajaran ini kita menuju jalan pintas desa Bantar karet ke desa pabangbon ada pula stand-stand buat kopi di depan taman, untuk memfasilitasi anak-anak main,” ujar H Sasra.
Kawasan seluas
120 meter tinggi 1`5 Meter ini akan dilengkapi dengan
booth UMKM, gapura ikonik, ornamen pagar bambu, dan pos ronda 3x4 meter yang dibangun dengan konsep Dayeuh. Keunikan lainnya, di depan gapura akan terdapat taman yang menjadi pembeda kawasan ini.
Selain wisata, Dayeuh Pajajaran juga menekankan pada edukasi pengelolaan sampah. Program ini difokuskan di wilayah RT 3 RW 05 dengan pemanfaatan sampah organik dan non-organik.
“Dayeuh Pajajaran di kita ditekankan pemanfaatan sampah, di RW 05 khususnya. Ada biopori ember, biopori jumbo,” jelasnya.
Nantinya, kawasan ini juga akan mengembangkan pengolahan sampah organik, non-organik, hingga budidaya maggot yang saat ini masih terkendala bahan baku.
Untuk progres saat ini, pembangunan gapura, ornamen pagar, dan pembuatan pos ronda dari konsep Dayeuh sudah berjalan. Minggu ini, fokus penyelesaian adalah pos ronda, kemudian dilanjutkan ke gapura.
“Pembangunan 80%, gapura, ornamen pagar-pagar, pembuatan pos ronda sekaligus pemanpaatan untuk ronda pangkalan ojek yang ada di kampung leuwicatang bantuan dari Bankue. Kalau sampah dan biopori itu belum,” kata H Sasra.
Ia menargetkan pembangunan fisik Dayeuh Pajajaran rampung dalam Sekitar 2 minggu ke depan, untuk selanjutnya masuk ke tahap pengelolaan sampah.
Pemerintah desa juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mengisi booth yang tersedia. Beberapa produk unggulan yang akan dipasarkan di antaranya keripik singkong, keripik tempe, dan teh daun jambu kristal.
H Sasra pun berpesan kepada masyarakat, khususnya warga RT 03 RW 05, untuk turut menjaga dan merawat kawasan tersebut.
“Pesan dari desa untuk masyarakat, khususnya di warga RW 04, bisa menjaga dan merawat Dayeuh, karena kita menekankan kepada sampah bisa menghasilkan untuk ekonomi warga,” pungkasnya.
(Yogi)












