Dua bukit di Sleman hilang dari Google Maps, ganti nama jadi ini

Netizen X baru-baru ini dihebohkan dengan menghilangnya dua bukit di wilayah Sleman, DI Yogyakarta. Kehebohan itu bermulaa saat pengguna akun X bernama Georitmus tengah membahas sesar Pekalongan.
Dalam unggahannya Georitmus menampilkan lokasi sesar Pekalongan menggunakan Google Maps. Uniknya, pengguna lain yang merespons unggahan X Georitmus justru mengunggah fakta unik lainnya di mana ada dua bukit di wilayah Sleman yang menghilang dari peta Google Maps.
“Godean Sleman dahulu ada bukit, sekarang hampir rata,” tulis akun tersebut.
Penasaran dengan informasi tersebut, Georitmus kemudian melakukan pengecekan melalui Google Maps. Hasilnya memang ada dua bukit di wilayah tersebut yang kini berubah bentuk.
“Yang ini,” tulis Georitmus sambil memperlihatkan lokasi yang namanya menjadi “Perusak Alam” dan “Alam Akan Murka”
Unggahan itu langsung memantik respons luas, terutama dari warganet yang merasa familiar dengan kawasan tersebut.
Sejumlah pengguna X bahkan ikut mengecek langsung wilayah tersebut. Mereka bahkan membandingkan bukit yang masih ada pada 2021 dengan penampakan terbaru pada 2025.
“Wilayah ini banyak tambang ilegal, dan backing-nya tidak main-main,” tulis salah satu pengguna X.
Komentar lain memperkuat dugaan itu dengan menyebut salah satu bukit memang terlihat jelas telah digunduli.
Beberapa warganet yang tinggal di wilayah Seyegan hingga Godean mengenang kawasan tersebut yang dulunya asri, namun kini berubah semrawut akibat aktivitas penggalian dan alih fungsi lahan.
Diskusi kemudian mengerucut pada dampak yang dirasakan warga. Sejumlah pengguna menyebut penggundulan bukit terjadi dekat permukiman, bahkan ada warga yang mengaku terdampak banjir.
Kritik pun mengarah pada pemerintah daerah yang dinilai kurang memberi perhatian terhadap kondisi lingkungan di wilayah tersebut.
Di tengah derasnya kritik, muncul pula pandangan yang lebih normatif. Seorang pengguna menyebut penggundulan bukit sebagai “keniscayaan” seiring pertumbuhan ekonomi, meski pernyataan ini justru memancing perdebatan lanjutan di kolom balasan.
Pelabelan bernada sindiran di Google Maps akhirnya menjadi simbol perlawanan warganet atas perubahan lanskap alam Sleman.
Bagi banyak pengguna, hilangnya dua bukit itu bukan sekadar perubahan geografis, melainkan alarm atas kerusakan lingkungan yang kian dekat dengan kehidupan warga.












