Bus peziarah dari Lampung Timur terguling di jalur ekstrem Kudus

Sebuah bus rombongan peziarah asal Lampung Timur diduga mengalami rem blong hingga terjun dan terguling ke jurang di jalur berliku Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025).
Pasca kejadian, proses evakuasi penumpang berlangsung dramatis dengan bantuan warga sekitar.
Bus bernomor polisi F 7502 FL tersebut terlihat terguling di tanjakan letter S Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus.
Lokasi kejadian dikenal memiliki kontur jalan ekstrem dengan tanjakan dan turunan tajam di jalur Kudus–Pati.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan evakuasi penumpang setelah melihat bus meluncur bebas dan terjun ke jurang di tepi jalan.
Kepanikan sempat terjadi karena kondisi bus yang terguling dan sebagian penumpang histeris saat dikeluarkan dari dalam kendaraan.
Diketahui, bus wisata tersebut mengangkut sekitar 50 penumpang peziarah asal Lampung Timur.
Rombongan sebelumnya melakukan ziarah ke Makam Sunan Muria (Colo) dan berencana melanjutkan perjalanan ziarah Wali Sanga ke wilayah Jawa Timur.
KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Zubaidi, mengatakan pihak kepolisian segera menuju lokasi bersama warga setempat untuk melakukan evakuasi. Ia memastikan seluruh penumpang dinyatakan selamat.
“Informasi dari arah Colo menuju Jawa Timur. Ini rombongan dari Lampung Timur. Untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” ujar Iptu Zubaidi di lokasi kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, suasana panik tidak terhindarkan. Sejumlah penumpang mengalami syok akibat insiden tersebut.
Salah satu penumpang, Subhi, mengaku bus tiba-tiba terperosok sebelum akhirnya terguling.
“Iya, tiba-tiba langsung terperosok. Saya kurang tahu pasti penyebabnya. Terus penumpang keluar pas bus sudah terguling,” ungkap Subhi.
Saat ini, seluruh penumpang telah dievakuasi ke rumah warga dan tempat ibadah di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.
Dugaan sementara, kecelakaan tunggal tersebut dipicu oleh rem yang tidak berfungsi maksimal saat melintasi turunan ekstrem.











