Kepala cabang Shopee Express Atambua dianiaya Kepala Region di kantor: Wibawa saya hilang di depan pegawai

Kepala cabang Shopee Express Atambua dianiaya Kepala Region di kantor: Wibawa saya hilang di depan pegawai
 
DAERAH
Jumat, 14 Agu 2026  18:27

ATAMBUA, Aliansi News ID-  Inspeksi mendadak berujung penganiayaan. Sahrul Mubarok, Kepala Cabang SOPI EXPRESS Atambua  

mengaku menjadi korban kekerasan fisik oleh atasannya sendiri, Saifullah selaku Kepala Region NTT

Peristiwa itu terjadi di Kantor SOPI EXPRESS Cabang Atambua  Kabupaten Belu, pada Kamis, 13 Maret 2025 sekitar pukul 08.39 WITA, dan terekam CCTV.

Sahrul menuturkan, saat itu ia sedang melakukan kegiatan operasional harian Saifullah datang menggunakan mobil kantor untuk melakukan inspeksi.

Beliau datang karena beberapa bulan ini progres pencapaian revenue di Atambua rendah. Waktu saya pegang kantor sebagai Kepala Cabang, banyak orang yang saya pecat karena melakukan pelanggaran. Dari situ saya rekrut karyawan baru yang belum profesional, jadi targetnya rendah  ujar Sahrul kepada _Aliansi News ID_, Rabu 13/08/2026.

Masalah memuncak saat Saifullah melihat seorang kurir merokok di dalam kantor yang dinilai melanggar SOP. 

Alih-alih memberi teguran sesuai prosedur, Saifullah justru melampiaskan kemarahan ke Sahrul.

Tiba-tiba beliau langsung menegur dengan keras. Tegurannya berupa pukulan di baju, cekikan, genggaman di leher, kemudian saya didorong di depan karyawan lain. Kejadian itu terjadi di ruang kerja  Kantor SOPI EXPRESS Atambua lanjutnya.

Berdasarkan struktur perusahaan, Saifullah adalah atasan langsung Sahrul  Sebagai Kepala Region NTT, Saifullah membawahi seluruh Kepala Cabang se-NTT termasuk Atambua.

Sahrul mengaku kejadian tersebut meninggalkan luka yang dalam, bukan hanya fisik.

Atas kejadian ini dampak psikisnya besar. Saya malu dan merasa terhambat bekerja di hari-hari berikutnya karena dilakukan di depan publik, apalagi di depan pegawai saya. Jadi wibawa saya sebagai Kepala Cabang hilang. Apalagi saya seorang perantau, pasti berpengaruh pada psikis ungkapnya dengan suara bergetar.

Sebagai bukti, Sahrul telah menjalani Visum Et Repertum di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua.

Sahrul mengaku  belum membuat laporan polisi secara resmi  Namun ia sudah *berkonsultasi dengan pihak berwajib dan mendapat bantuan pengacara gratis. 

Beberapa orang yang kaper saya dari belakang juga membantu. Sekarang sudah komunikasi dengan Polres Atambua dan sudah diarahkan untuk membuat laporan jelasnya.

Ia juga telah melayangkan Surat Aduan resmi ke HRD PT. SOPI EXPRESS dan menuntut perlindungan serta jaminan keamanan.

Soal tuntutan, Sahrul menegaskan bukan karena dendam pribadi.

Saya tidak punya harapan spesifik. Tapi bila perlu dilaporkan, saya akan laporkan. Ini untuk kebutuhan represif dan preventif. Represif agar pelaku dapat ganjaran sesuai perbuatan. Preventif agar tidak terjadi lagi ke pegawai lain" tegasnya.

Di akhir, Sahrul menitip pesan untuk sesama pekerja.

Pesan saya untuk karyawan lain: apabila mengalami hal serupa, langsung saja laporkan ke pihak berwajib. Jangan takut. Kekerasan di tempat kerja tidak boleh dibiarkan" pesannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Manajemen PT. SOPI EXPRESS dan Saifullah  belum memberikan keterangan resmi. Pihak perusahaan diminta segera menindaklanjuti aduan tersebut

TAG:
#atambua
#penganiayaan
Berita Terkait
Hanya Karena Malas Disuruh Cuci Piring, Keponakan di Bogor Tega Habisi Tantenya
Hanya Karena Malas Disuruh Cuci Piring, Keponakan di Bogor Tega Habisi Tantenya
Hanya Karena Malas Disuruh Cuci Piring, Keponakan di Bogor Tega Habisi Tantenya
Hanya Karena Malas Disuruh Cuci Piring, Keponakan di Bogor Tega Habisi Tantenya
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kordill Sepihak Alias Cacat Demi Hukum DPC GRIB JAYA Muara Enim & Tim Kuasa Hukum  Kontraktor PT Arief Luthfi Sriwijaya
Mafia Proyek Kordill Sepihak GRIB JAYA Muara Enim Kecam PT Arief Lutfhi Sriwijaya Dan Minta Dinas PU BM Sumsel Blaclist Kontraktor Nakal
Pengukuhan Anggota PASKIBRAKA Kabupaten Sukabumi, Bupati Sukabumi H.Asep Japar Tegaskan "Kehormatan dan Tanggung Jawab Besar"
Gegara cemburu, seorang wanita di Lumajang potong alat kelamin suami pakai celurit
Bupati Pinrang Hadiri Penutupan TMMD Ke - 129 Tahun 2026 Di Desa Tanratuo 
Indeks Berita