Partisipasi PT. LGI membangun lapak PKL di Lapangan Soepardi Magelang melalui dana CSR

Pembangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Lapangan drh Soepardi yang sempat dijanjikan sejak 2024 lalu, akhirnya bisa terealisasi dengan dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility / Tanggungjawab Sosial Perusahaan (CSR) dari 18 perusahaan.
Salah satu dari 18 perusahaan tersebut adalah PT. Langkah Gemilang Indonesia (LGI) yang beroperasi di Magelang, Jawa Tengah.
Partisipasi PT. LGI tersebut merupakan implementasi komitmen perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial, bahwa perusahaan tidak mengejar keuntungan semata, namun juga ada misi membantu membangun serta mengembangkan masyarakat sekitar, terutama dari aspek sosial ekonominya.
"Bahwa CSR merupakan kewajiban, itu benar. Namun ada yang lebih mendasar ketimbang kewajiban yang konotasinya seolah keterpaksaan. Ada yang lebih penting, yaitu niatan disertai perencanaan untuk turut berpartisipasi membantu mengembangkan sosial ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar kami berusaha," kata GM PT. LGI Jhoni Rahmad kepada AliansiNews ID, Senin (27/7/2026).
Survei lokasi pembuatan lapak PKL Lapangan Soeepardi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Nanang Triagung Edi Hermawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Nanang Triagung Edi Hermawan mengatakan, terdapat 36 lapak semi permanen dibangun dengan tenggat waktu sekitar satu bulan.
“Peletakan batu pertama dilakukan 17 Juli lalu. Harapannya sebelum 17 Agustus sudah selesai,” ujarnya, Rabu (22/7/2026). Puluhan lapak tersebut diperuntukkan bagi kelompok PKL Barokah Sawitan.

Mereka mayoritas menjajakan kuliner, sementara sebagian lainnya menyewakan wahana permainan anak.
Pakai dana CSR 18 perusahaan
Nanang mengungkapkan pembangunan lapak di Lapangan drh Soepardi dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari 18 perusahaan.
“DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang) mendesain lapak baru, sehingga biayanya kurang lebih Rp 585 juta. Pemerintah tidak menganggarkan dari APBD,” ucapnya.
Nilai proyek itu lebih besar dibandingkan kajian DPUPR Kabupaten Magelang sebagaimana catatan pada 24 Februari 2026.
Saat itu, DPUPR menelurkan dua opsi anggaran, yakni Rp 462 juta dan Rp 432 juta. Nanang menambahkan, kemungkinan akan ada penambahan fasilitas umum lain di Lapangan drh Soepardi, seperti toilet dan mushola.
“Penataan Lapangan Soepardi kali ini harapannya membuat lebih baik dan nyaman baik yang berolahraga atau yang kulineran,” tambah Nanang.












