Ratusan Siswa SMAN 1 Cicurug, Sukabumi, Demo Protes Guru Tampar Siswi gegara Selfie

Ratusan Siswa SMAN 1 Cicurug, Sukabumi, Demo Protes Guru Tampar Siswi gegara Selfie
Foto: Seorang guru SMAN 1 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, didemo ratusan siswa karena diduga menampar salah satu siswa gegara selfie, Senin, 25 Agustus 2025.
DAERAH
Selasa, 26 Agu 2025  17:53

Dunia pendidikan kembali diguncang oleh dugaan kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan seorang guru SMAN 1 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terhadap siswi perempuan.

Kasus ini mencuat setelah korban diduga ditampar dan dipaksa sujud karena mengunggah foto selfie bersama gurunya ke media sosial.

Insiden tersebut diduga memicu persoalan dalam rumah tangga sang guru. Untuk meredam masalah, guru itu menyusun skenario video seolah korban diberi sanksi.

Namun, dalam proses perekaman, guru tersebut justru benar-benar melakukan kekerasan.

“Guru itu merasa tidak nyaman dengan situasi keluarganya akibat foto yang beredar. Lalu dibuatlah skenario video seakan siswa diberi sanksi, tetapi dalam prosesnya, malah terjadi pemukulan,” jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Cicurug, Nurjaka, Selasa (26/8/2025).

Korban disebut mendapat tekanan untuk tidak membocorkan kejadian ini.

Ia bahkan diancam dikeluarkan (DO) dari sekolahapabila tidak mengikuti permintaan guru, termasuk pembuatan video kedua yang melibatkan guru BK.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melayangkan protes kepada pihak sekolah.

Keesokan harinya, mediasi digelar di ruang Bimbingan Konseling bersama wali kelas, ketua kelas, dan guru bersangkutan.

Meski pertemuan yang difasilitasi pihak kecamatan dan Polsek Cicurug menghasilkan kesepakatan damai pada Sabtu (23/8/2025), kabar tersebut tetap menyebar luas di media sosial tanpa menyebutkan adanya perdamaian.

Hal ini memicu kemarahan dari kalangan siswa.

Senin (25/8/2025), ratusan siswa SMAN 1 Cicurug menggelar aksi damai di halaman sekolah.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Kekerasan Atas Nama Pendidikan” dan “No Woman Deserves To Be Abused” sebagai bentuk solidaritas terhadap korban dan penolakan terhadap kekerasan di sekolah.

Pihak sekolah menyatakan proses belajar mengajar kembali normal. Namun, guru yang terlibat akan segera dipanggil oleh Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

TAG:
#sman 1 cicurug
#sukabumi
#jabar
Berita Terkait
Korban keracunan makanan di Desa Sekarwangi Sukabumi bertambah, jadi 132 orang
Korban keracunan makanan di Desa Sekarwangi Sukabumi bertambah, jadi 132 orang
Korban keracunan makanan di Desa Sekarwangi Sukabumi bertambah, jadi 132 orang
Korban keracunan makanan di Desa Sekarwangi Sukabumi bertambah, jadi 132 orang
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Polsek Cigudeg Gelar Kegiatan Jumat Bersih lingkungan hidup sedunia 
Cetak Generasi Bhayangkara Berkualitas, Polda Sumsel Gelar Rikkes Tahap II Taruna Akpol 2026
Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum
Polda Sumsel Perkuat Komitmen Rekrutmen Presisi, Ribuan Casis Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Tahun 2026
Perkuat Solidaritas Sosial, Pimpinan RAJAWALI Kalbar dan PBM Sintang Bahas Pelestarian Budaya dan Stabilitas Masyarakat
Indeks Berita