Banjir di Demak Makin Meluas, 11 Desa Terendam, Warga Beraktivitas dengan Perahu

Banjir akibat limpasan air sungai dan tanggul jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, makin meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Hingga Selasa (20/5/2025), banjir telah merendam 11 desa di lima kecamatan, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Data dari BPBD Kabupaten Demak menyebutkan, sebanyak 11.462 jiwa terdampak, dengan 2.959 rumah terendam, serta 730 hektare lahan pertanian terendam banjir.
Di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, menunjukkan warga kini hanya bisa keluar-masuk permukiman menggunakan perahu bantuan dari BPBD.
Jalan desa dan sebagian besar area permukiman terendam hingga sebahu orang dewasa.
“Sudah empat hari naik perahu terus, kadang juga jalan nerjang banjir kalau darurat,” ujar Ika, warga Ploso terkait banjir di Demak.
Sebagian warga masih bertahan di rumah meski air terus naik, sedangkan lainnya mengungsi ke rumah kerabat atau tempat ibadah.
Salah satunya, Sulastri (68 tahun), yang terpaksa tinggal di rumah anaknya setelah rumahnya rusak diterjang banjir.
"Rumah saya jebol, sudah dapat bantuan nasi sekali. Harapannya ada bantuan makanan yang gampang dimasak, kayak mi instan,” katanya.
Banjir besar ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Air meluap dengan cepat hingga merendam ribuan rumah dan juga jalan kabupaten.
Sejumlah kendaraan, terutama motor, dilaporkan mogok akibat terendam banjir.
BPBD masih menyiagakan perahu dan tenaga relawan untuk evakuasi dan distribusi bantuan logistik, serta terus memantau kondisi tanggul dan aliran air sungai terkait banjir di Demak.












