Pengerjaan Jembatan Mojo Jalan Penghubung Solo-Sukoharjo Usai, Tapi Sayang Sisakan Persoalan. Puluhan Pekerja Demo Gaji Belum di Bayar Mandor

Pengerjaan Jembatan Mojo Jalan Penghubung Solo-Sukoharjo Usai, Tapi Sayang Sisakan Persoalan. Puluhan Pekerja Demo Gaji Belum di Bayar Mandor
 
SOLO RAYA
Senin, 12 Des 2022  04:53

SOLO - Jembatan Mojo penghubung Kota Solo dengan Sukoharjo, sudah bisa dilewati masyarakat. Namun pembangunan jembatan ini menyisakan persoalan. Gaji para pekerja belum dibayar koordinator pekerjaan atau buruh bangunan.

Untuk menyuarakan nasibnya, belasan pekerja bangunan itu menggelar unjuk rasa di atas Jembatan Mojo, Sabtu (10/12/2022).

Terpantau, mereka membentangkan tulisan dari kardus bekas bertuliskan, 'Bosnya Kabur, mana gajiku, taruhannya nyawa', 'Bayar Gaji Kami Untuk Bertahan Hidup', 'Mas Gibran, Tolong Bantu Kami', dan lainnya.

"Dari pihak PT sudah membayarkan ke mandor, tapi setelah uang turun, orangnya (mandor) kabur. Jadi kita tidak dibayarkan," kata Koodinator pekerja bangunan, Sandi di sela-sela aksi.

Total ada 13 pekerja yang tak dibayarkan gajinya dengan total sekitar Rp 70 juta. Jumlah tersebut untuk gaji pengerjaan Jembatan Mojo selama 3 pekan. 

Sandi menjelaskan, pembangunan Jembatan Mojo dilakukan sejak Juni 2022. Dengan perjanjian awal, pembayaran dilakukan setiap 2 pekan dengan nominal Rp 30 juta yang dibagi rata pada 13 pekerja.

Namun karena pekerjaan diminta dipercepat, para pekerja diminta lembur dan gaji dibayar pasca-jembatan rampung.

"Diresmikan tanggal 2 Desember, katanya tanggal 7 gajian, tapi sampai sekarang tidak ada uang yang diserahkan kepada kami," beber dia.

Hingga aksi ini, belasan orang itu tidak dibayar gajinya. Mereka mengaku bingung karena tidak punya uang untuk bertahan hidup di Solo. Lantaran, belasan orang itu berasal Jawa Barat.

"Pekerja ada yang dari Karawang, Subang, dan Purwakarta. Mau pulang tidak punya ongkos. Makan hutang di warung sama dibantu warga sini. Sudah coba nelpon mandornya tapi nomornya mati. Mandornya orang Makassar," pungkas Sandi.

Disisi lain, Deni Enrianto, pemilik warung tempat yang biasanya mereka kembali makam mendapatkan  imbasnya.

"Dulu kata dia (mandor) yang penting para tukangnya makan, nanti dihitung belakangan. Awal-awalnya lancar, setiap berapa hari ada uang masuk. Tapi sejak beberapa Minggu lalu sudah tidak ada uang masuk. Padahal saya yang menyiapkan makan dan keperluan lain. Total kerugian sekitar Rp 21 jutaan," tegas Deni Enrianto, Sabtu (10/12/2022).*(kas/her)

Editor: Awi

TAG:
#gaji
#pekerja
#belum terbayar
#aksi
#unjuk rasa
#di jembatan mojo
Berita Terkait
Presiden Jokowi dan Pimpinan Serikat Pekerja Sepakat Revisi PP Pengupahan
Presiden Jokowi dan Pimpinan Serikat Pekerja Sepakat Revisi PP Pengupahan
Presiden Jokowi dan Pimpinan Serikat Pekerja Sepakat Revisi PP Pengupahan
Presiden Jokowi dan Pimpinan Serikat Pekerja Sepakat Revisi PP Pengupahan
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kasus kematian Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus, LPSK jemput bola lindungi keluarga
Kirab bendera Merah Putih raksasa di Bogor dimeriahkan ribuan warga
Kebakaran hebat di Kosambi Tangerang diduga berawal dari gudang Shopee
Toko Emas Mustika Diamond Bantah Jual Emas Palsu, Pilih Buktikan Persoalan Lewat Jalur Hukum
Satu Dekade Merawat Kenangan, 300 Alumni El Siau Palembang Kembali Berkumpul dan Apresiasi Para Laoshi
Indeks Berita