BMKG Keluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi untuk Provinsi Jawa Barat Dasarian II November 2025

aliansinews.id - Sukabumi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat pada Dasarian II (11–20 November 2025). Peringatan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya aktivitas atmosfer dan potensi pembentukan awan konvektif akibat suhu muka laut yang hangat serta penguatan angin monsun baratan.

Menurut hasil analisis BMKG, sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami intensitas curah hujan di atas 150 mm per dasarian, yang dapat menimbulkan dampak berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan, serta gangguan transportasi dan aktivitas masyarakat.
Klasifikasi Wilayah Berdasarkan Tingkat Kewaspadaan
1. Kategori Waspada
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, namun dengan potensi dampak yang masih dapat dikendalikan, meliputi:
Kota Depok
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Karawang
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Ciamis
Kota Bandung
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Kuningan
Kota Tasikmalaya
Kabupaten Pangandaran
Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air, pergerakan tanah, serta peningkatan debit sungai secara mendadak terutama di daerah padat penduduk dan bantaran sungai.
2. Kategori Siaga
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus dan berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan:
Kabupaten Bogor
Kota Bogor
Kota Sukabumi
Kabupaten Subang
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Garut
Kabupaten Tasikmalaya
Pada wilayah ini, masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah yang memiliki topografi pegunungan dan perbukitan yang rentan longsor serta wilayah dataran rendah yang berpotensi tergenang air.
3. Kategori Awas
BMKG menempatkan Kabupaten Sukabumi dalam kategori “Awas” akibat potensi curah hujan yang sangat tinggi. Wilayah ini berisiko mengalami hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir besar, tanah longsor, dan gangguan jaringan transportasi maupun infrastruktur.
BMKG meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BPBD dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, termasuk menyiagakan tim evakuasi serta sarana prasarana darurat di titik-titik rawan.
Penjelasan Meteorologis
Kepala BMKG Jawa Barat, Dr. Reni Kurniawati, menjelaskan bahwa fenomena curah hujan tinggi pada periode ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), serta anomali suhu muka laut positif di perairan selatan Jawa dan Samudra Hindia bagian timur.
“Penguatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat menyebabkan peningkatan awan hujan di wilayah Jawa Barat. Kondisi ini diperkuat dengan adanya konvergensi angin di wilayah selatan dan tengah Jawa Barat yang memicu potensi hujan lebat disertai petir,” ujarnya.
Rekomendasi BMKG
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk:
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
- Memastikan saluran drainase dan sungai dalam kondisi bersih agar air hujan dapat mengalir lancar.
- Menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor, bantaran sungai, serta lereng curam.
Mempersiapkan jalur evakuasi dan rencana darurat keluarga, terutama di wilayah yang masuk kategori siaga dan awas.
- Memantau informasi cuaca terkini dari BMKG melalui situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, atau media sosial resmi BMKG.












