SMAN 1 Kayuagung Diduga Biaya Penerimaan Siswa Baru Mencapai 3,6 Juta Per Siswa

Ogan Komering Ilir_AliansiNews.ID
Viral Dimedia Sosial terkait informasi PPDB SMAN 1 Kayuagung tahun ajaran 2025/2026 yang diduga melabrak aturan yang berlaku. Dimana pihak SMAN 1 Kayuagung diduga menetapkan uang pendaftaran sebesar lebih kurang 3,6 juta rupiah bagi calon peserta didik yang lulus seleksi PPDB tahun ajaran 2025/2026.
Berikut informasi yang ada beredar di media sosial akun Facebook berinisial “WOD”
Pendaftaran penerimaan siswa Baru SMA 1 Kayuagung Kab OKI Melanggar Aturan dengan menetapkan besar uang pendaftaran sebesar Rp.3,6 juta untuk biaya seragam dan hal ini jelas melanggar aturan Gubernur Sumsel.
Untuk itu Forum masyarakat Sumsel bersatu akan melaksanakan AKSI DEMO Dihalaman kantor Gubernur dan Halaman Kejati
Pada hari Kamis tgl 26-6-25 waktu pukul 10 WIB sampai selesai. Tulis Akun tersebut beberapa waktu lalu.
Terkait adanya informasi dugaan uang pendaftaran dan untuk seragam sekolah bagi siswa-siswi yang dinyatakan lulus PPDB di SMAN 1 Kayuagung sebesar lebih kurang 3,6 juta rupiah yang diduga mesti dibayar oleh orang tua/wali siswa-siswi tersebut, Plh Kepala SMAN 1 Kayuagung, Ulva melalui salah satu Wakil Kepala SMAN 1 Kayuagung, Muhammad Isnaini menyarankan untuk menemui Bagian Koperasi, Yulinda Sari.
Ketua Koperasi, Sanen melalui Bendahara Koperasi nya, Yulinda Sari saat dikonfirmasi disalah satu ruang Kantor SMAN 1 Kayuagung terkait hal tersebut mengatakan,
“Saya selaku Bendahara Koperasi Bhakti Citra Lestari, atau disebut Koperasi Konsumsi, sama dengan Koperasi diluar yang menyediakan kebutuhan anggotanya, kebutuhan anak-anak dari ATK, seragam, dan lain-lain termasuk kebutuhan sekolah, Koperasi ini berdiri sendiri,” terangnya sembari menunjukkan Akta Notaris Pendirian Koperasi Bhakti Citra Lestari yang didirikan sejak tahun 1989 tersebut.
Lanjutnya, koperasi hanya menyediakan, tidak ada yang diwajibkan untuk membeli ATK atau seragam sekolah di koperasi ini.
“Tidak ada paksaan, apalagi mengenai informasi yang 316 (Rp3.6 juta, red), tidak ada yang ambil semua, ini contohnya, ada yang beli baju olahraga, untuk dokumen rapor dan lainnya namun tidak sampai seperti yang dimaksud,” ungkapnya.
Mengenai informasi yang dimaksud, untuk kegunaan dari uang pendaftaran dan seragam sekolah sebesar Rp 3,6 juta (tiga juta enam ratus ribu rupiah) tersebut,
“Kemungkinan meraka (siswa-siswi, red) mengambil semua item yang mau dibeli, dan koperasi memang menyediakan kebutuhan sekolah mulai dari seragam Putih Abu-abu yang dipakai untuk Hari Senin, Hari Selasa Baju Kotak-kotak Kuning, Hari Rabu Baju Pramuka, Hari Kamis Baju Muslim, dan Hari Jum’at Baju Olahraga, ya kalau mengambil semua bisa mencapai Rp.3,6 juta dan itu termasuk sepatu, atribut sekolah, atribut pramuka dan semaphore Pramuka, dan jilbab itu full diambil semua,” jelasnya Sembari mengatakan kalau ada siswa-siswi yang sudah punya baju seragam sekolah ya tidak apa-apa karena tidak diwajibkan untuk beli di koperasi, pungkasnya.
Jadi, kalau ada yang berasumsi “Kalau Mau Sekolah di SMAN 1 Kayuagung Harus Bayar Rp.3,6 juta, itu salah besar,” tegasnya
Saat ditanya perincian harga secara detail dari kegunaan uang sebesar Rp.3,6 juta sebagaimana dimaksud ?
Bendahara Koperasi, Yulinda Sari tidak memberikan rincian harga dengan alasan
“Pegawai kami tidak masuk, inikan hari libur”, tandasnya.
Informasi yang diperoleh media ini, jumlah peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026 di SMAN 1 Kayuagung sebanyak 360 siswa-siswi. (Subhan)











