10 Menit Sebelum Ambrol Jembatan Babadan Klaten Masih Dilintasi Warga

Sebelum ambrol, jembatan di Dukuh Babadan, Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, masih menjadi akses warga meski hanya dibuka untuk pengendara sepeda motor. Sekitar 10 menit sebelum kejadian, masih ada pengendara yang melintas.
Jembatan di Dukuh Babadan itu ambrol, Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang. Kondisi membuat debit sungai meningkat.
Salah satu warga, Amir, 52, mengungkapkan jembatan sebelumnya rusak pada bagian tiang penyangga tengah. Kerusakan itu sudah terjadi sekitar sebulan lalu.
Lantaran rusak, jembatan tak bisa dilintasi kendaraan roda empat atau mobil. Jembatan hanya bisa dilintasi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.
Pada Kamis malam, debit sungai meningkat seiring hujan yang mengguyur sejak Kamis siang. Derasnya arus sungai membuat jembatan ambrol pada Kamis malam.
Beruntung, saat jembatan ambrol tidak ada warga yang melintas.
“Sebelum ambrol ada suara-suara retakan. Alhamdulillah saat itu tidak ada yang lewat. Sekitar 10 menit sebelumnya itu ada orang melintas mengendarai sepeda motor,” ungkap Amir saat ditemui di sekitar jembatan ambrol, Jumat (4/4/2025).
Amir mengungkapkan jembatan itu menjadi penghubung antarkampung di wilayah Dukuh Babadan. Lantaran putus, kini warga harus memutar melintasi jembatan lain sekitar 500 meter.
Jembatan terdekat itu berada di jalan sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Sementara, jembatan yang lebih lebar berjarak sekitar 1 km dari Dukuh Babadan.
Warga lainnya, Wibowo, 55, mengungkapkan jembatan yang putus menjadi penghubung antarkampung hingga antardesa. Jembatan itu menjadi akses utama warga setempat untuk ke sekolah hingga bekerja selain berbagai kegiatan sosial.
“Kalau sekarang lewat jembatan lain paling tidak memutar sekitar 2 km. Harapannya jembatan ini dibangun.
Sekretaris Desa (Sekdes) Babadan, Sigit, menjelaskan jembatan yang ambrol dibangun sekitar 1985. Dia membenarkan fondasi sisi tengah jembatan sebelumnya sudah rusak.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menjelaskan jembatan yang ambrol menjadi penghubung antar kampung di Babadan.
Panjang jembatan itu sekitar 20 meter dengan lebar 2,5 meter di ketinggian 7 meter dari sungai. “Pekan depan jembatan ini akan dicek dari DPUPR dan BBWSBS,” kata Syahruna.












