Terduga Komplotan Penganiayaan Dilepas Via Dinsos, Profesionalisme Penyidik Polsek Duren Sawit Dipertanyakan

Terduga Komplotan Penganiayaan Dilepas Via Dinsos, Profesionalisme Penyidik Polsek Duren Sawit Dipertanyakan
Foto: PS, saat berusaha konfirmasi ke Polsek Duren Sawit.
DAERAH
Jumat, 01 Agu 2025  17:36

Apa yang dilakukan oleh oknum penyidik di Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, membuat keluarga pelapor kasus penganiayaan meradang.

Kronologi kejadiannya adalah pada tanggal 11 Juli 2025 dini hari (sekitar pukul 02:00) terjadi penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial ARS ribut-ribut dengan sekelompok remaja berjumlah 3 (tiga) orang di depan rumahnya, di kawasan Kalimalang, Jaktim.

Mendengar ribut-ribut dan ARS yang dianiaya teriak minta tolong, ayah korban berinisial PS yang juga wartawan AliansiNews.ID keluar.

Saat PS keluar rumah, ketiga remaja tersebut kabur dengan mengendarai sepeda motor lalu dikejar oleh PS dan ARS. Dua orang yang berboncengan berhasil lolos, namun seorang lagi yang berinisial SJP tertangkap di Jati Asih, untuk kemudian dibawa ke Polsek Jati Asih.

Karena kejadiannya di wilayah hukum Polsek Duren Sawit, SJP kemudian dibawa ke Kantor Polsek Duren Sawit. Pada saat di Polsek Duren Sawit sekitar pukul 03:00, karena tidak ada petugas yang menerima laporan, laporan baru dibuat pada sekitar pukul 08:00.

Pada saat ARS di-BAP, datang petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta Timur, dan diketahui kemudian bahwa kedatangan petugas itu untuk membawa SJP.

Kemudian PS memperttanyakan ke penyidik yang dikenal dengan nama Sinaga, kenapa SJP diserahkan ke Dinsos, Sinaga menjawab karena SJP bukan pelaku penganiayaan, meskipun satu rombongan.

PS kemudian konfirmasi ke petugas Dinsos yang bersangkutan, yang bernama Sugiono, dijelaskan bahwa Dinsos tidak mengetahui jika SJP terkait dengan kasus, karena sesuai surat resmi dari Polsek Duren Sawit, halnya adalah "Bantuan Orang Telantar".

Sugiono juga mengatakan, SJP tidak pernah dibawa ke Dinsos Jaktim, tapi diserahkan ke keluarganya di perbatasan Jaktim-Bekasi. Untuk diketahui, SJP tercatat sebagai warga Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

AliansiNews berusaha mendapatkan konfirnasi ke penyidik, namun dikatakan oleh petugas yang ada, penyidik yang bersangkutan sedang lepas piket.

PS sangat berharap Polsek Duren Sawit profesional dalam menangani laoprannta anaknya tersebut, dan minta kepada Kapolsek agar memberi perhatian serius terhadap kasus tersebut.

"Jangan sampai hanya karena oknum yang tidak profesional, institusi Polsek Duren Sawit ikut tercemar," ujar PS.

PS yakin Kapolsek tidak mengetahui secara persis kasus iru, dan setiap kali dia mau menghadap langsung ke Kapolsek, kesannya selalu dihalang-halangi.

TAG:
#duren sawit
#jaktim
#penganiayaan
Berita Terkait
Gegara tak terima kena bola, guru olahraga SD di Sukabumi aniaya siswanya, hingga dicekik dan dijambak
Gegara tak terima kena bola, guru olahraga SD di Sukabumi aniaya siswanya, hingga dicekik dan dijambak
Gegara tak terima kena bola, guru olahraga SD di Sukabumi aniaya siswanya, hingga dicekik dan dijambak
Gegara tak terima kena bola, guru olahraga SD di Sukabumi aniaya siswanya, hingga dicekik dan dijambak
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Giat Patroli KRYD Gabungan 3 Pilar, Kapolsek Megamendung Pastikan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Wilayah Hukum Kecamatan Megamendung Aman Kondusif
Pemasangan Besi WF Hampir Selesai, Pembangunan Jembatan Terus Dikebut
Aktivitas Nelayan Lumpuh Akibat BBM Mahal, DPC Maung Kubu Raya Desak Pemda Tangani Serius
​Kontraktor harus berkomitmen dan kredibel dalam menangani pekerjaan proyek yang di kerjakannya
Dinas Pendidikan dan Gubernur Sumsel Apresiasi Pentas Kreativitas SMK Penerbangan Sriwijaya, Tampilkan Talenta Taruna di Bidang Seni dan Prestasi
Indeks Berita