Siapakah Satria Piningit???

 
Sabtu, 26 Agu 2023  21:12

Dalam melaksanakan tugasnya, ia selalu berpedoman pada kebijaksanaan. Tidak mau membeda-bedakan sesamanya, karena semua adalah makhluk Gusti Yang Maha Pencipta. Lepas sudah semua atribut golongan-golongan selama ia melaksanakan tugas untuk memakmurkan masyarakat di sekitarnya. Kelak, keberhasilannya bersamaan dengan kegagalan pemerintah negara.

Tidak ada yang menyangkal, bahwa apa yang telah dikerjakan sang Satria telah membuka hati rakyat. Satria yang telah lama dinantikan telah hadir membawa bukti, bahwa dia telah berhasil memakmurkan rakyat sekitarnya ketika pemerintah gagal menyelamatkan negara. Dia yang akhirnya memimpin negara, membawanya terkenal ke seluruh jagad. Negara yang kertarahaja, damai tenteram, gemah ripah loh jinawi.

Sumber lainnya adalah Jangka Jaya Baya, uga wangsit siliwangi, dan beberapa naskah karangan dari Raja Raja Mataram. Benarkah secara pribadi Satrio piningit ini ada ? Ya ya , saya sendiri tidak membantahnya, suatu saat negeri ini pasti akan dipimpin oleh seorang yang benar-benar mempunyai sifat hambeg utama , adil paramarta dan berbudi bawa leksana.

Kapankah masa itu akan datang? Tentu saja kita berharap masa itu segera tiba, namun sebelumnya marilah kita urai sedikit-sedikit benang-benang ramalan itu satu persatu. Menurut pemikiran saya yang masih awam ini, Satrio pininigit bukanlah hanya mengacu pada sosok pribadi saja, namun ini bisa diartikan gambaran sebuah zaman.Sebuah zaman dimana spiritual akan mewarnai kehidupan negeri ini, bukan liberalisme, komunisme, atau kapitalisme, ataupun fanatisme agama.

Dalam serat-serat kuno tersebut disebutkan tentang kode-kode ghaib yang akan menandai kemunculan zaman ini, misalnya “, bocah angon, trisula triniji suci, gunung merapi meletus , sabdo palon, tumbal-tumbal brekasaan dan lain-lain. Apakah kode kode diatas akan kita terima mentah begitu saja, o o o tentu saja tidak , kita harus jeli tentang bahasa seloka ini. Semua ini bahasa kiasan, dimana sudah menjadi tradisi bagi orang orang jawa dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain.

Lalu apakah tafsir satrio piningit pada diri kita sendiri? Satrio piningit adalah Ruh atau Roh kita, cobalah kita jujur pada diri kita sendiri, bangsa ini telah berabad abad dijajah secara fisik maupun fahamnya, falasafah hidup, budaya dan lain lain.Dimana terutama pada zaman Orde Baru Nafsu angkara murka telah mengobrak abrik negeri ini. Sampai detik ini sudah berapa persenkah penduduk negeri ini yang telah berusaha memberdayakan roh dalam hidupnya? Wah….tentu saja sangat sedikit, terbukti masih banyaknya penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh pemimpin kita, baik itu kejahatan dalam birokrasi maupun kejahatan kemanusiaan, juga dari yang lapisan bawah masih banyak terjadinya pembunuhan secara sadis, perampokan , pemerkosaan dan lain-lain.

Lalu apakah yang dimaksud dengan budak angon,gunung meletus , trisula bercadik dll. Mari kita kupas sedikit sedikit, “bocah angon”, sebenarnya kita didunia ini adalah para penggembala, yaitu menggembalakan diri kita sendiri sendiri. Kita harus bertanggung jawab tentang pengembaraan kita di dunia ini. Kita harus bisa menggembalakan (bahasa jawa= angon, ngengon) nafsu kita, kita harus bisa menundukkan nafsu-nafsu yang buruk kemudian tunduk dibawah perintah sang Roh melalui pikiran yang telah jernih.

Pada hakekatnya hidup ini adalah angon atau menggembalakan tubuh ini, fikiran ini, nafsu ini dll. Lalu apakah yang dimaksud dengan gunung gunung yang akan meletus. Gunung adalah simbol pola pikir atau alam fikir yang ada di kepala manusia, gunung adalah bagian bumi yang paling tinggi atau atas, pada manusia bagian teratas adalah kepala yang didalamya terdapat sang otak yang akan melahirkan fikiran fikiran atau ide ide yang positif maupun negatif, di dalam salah satu serat diceritakan gunung merapi akan meletus dan mengeluarkan bau anyir bacin, ya ya , itulah simbol kekotoran pikiran.

Menurut kacamata saya akan segera ada kesadaran nasional, dimana dogma, radikalisme, fanatisme yang mewarnai cara berfikir bangsa kita ini akan mengalami revolusi secara besar besaran. Tanda-tanda itu akan ditandai dengan sengkalan “korining langit binuka ing netra” tahun ini menandai proses bergantinya tatanan jaman anyar. Lalu apakah kesadaran secara global itu tanda tandanya sudah mulai kelihatan? 

Berita Terkait
Selengkapnya